Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Hari Potong 15 Cabang, Pemotongan Pohon Randu Alas di Tusongo Menyesuaikan Waktu Sadranan

Naila Nihayah • Selasa, 3 Februari 2026 | 20:02 WIB
Kondisi pohon randu alas di Desa Tuksongo, Borobudur yang ditebang, Selasa (3/2).
Kondisi pohon randu alas di Desa Tuksongo, Borobudur yang ditebang, Selasa (3/2).

 

 

 

 

MUNGKID - Selama dua hari ini, ada sekitar 15 cabang pohon randu alas di Desa Tuksongo, Borobudur yang berhasil ditebang. Sementara sisanya akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Pemerintah desa (pemdes) setempat tidak mematok target untuk proses penebangan itu.

Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim mengutarakan, proses penebangan tidak dipaksakan selesai dalam satu hari. Keterbatasan tenaga manusia, waktu, serta faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kemarin itu sudah sore, tenaga manusia juga ada batasnya. Jadi kami tidak menarget. Prinsipnya pelan tapi pasti, yang penting aman dan tidak ada halangan apa pun," ujar Karim di lokasi, Selasa (3/2).

Dia menyebut, pemdes sengaja tidak memasang target waktu penyelesaian penebangan. Keselamatan petugas, warga, dan lingkungan sekitar menjadi prioritas utama dibanding kecepatan pengerjaan.

Pada hari kedua pelaksanaan, penebangan baru dimulai sekitar pukul 11.00. Karim menjelaskan, keterlambatan waktu mulai tersebut bukan tanpa alasan.

Selain menghormati tradisi warga yang tengah menggelar kegiatan sadranan atau ruwahan, pelaksanaan penebangan juga harus menyesuaikan dengan jadwal pemadaman listrik oleh PLN.

Dengan demikian, proses penebangan pada hari itu hanya dapat dilakukan hingga sekitar pukul 15.00. Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah cabang besar randu alas berhasil diturunkan secara bertahap menggunakan metode pengamanan untuk menghindari risiko jatuh ke permukiman maupun jalan sekitar.

Hingga siang hari, sekitar dua batang atau cabang utama telah ditebang. Proses kemudian berlanjut hingga sore, dengan total sekitar empat cabang pohon berhasil dipotong.

Namun, kondisi cuaca dan keterbatasan waktu membuat penebangan belum sepenuhnya rampung. "Kemarin ada sembilan cabang. Kalau hari ini terkendala cuaca atau waktu, ya besok dilanjutkan lagi sampai selesai," tegas Karim.

Terkait pemanfaatan kayu hasil penebangan, dia menyebut, sebagian akan diamankan dan dimanfaatkan untuk kepentingan desa. Kayu dari cabang dan batang yang sudah ditebang akan ditempatkan di lokasi aman. Kayu tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh desa maupun warga yang membutuhkan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pemdes #Borobudur #Magelang #pemadaman listrik #Sadranan #ruwahan #pln #Tuksongo #Pohon Randu Alas