MUNGKID - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Magelang memicu dua kejadian bencana berbeda di lokasi terpisah.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Borobudur, sementara angin kencang disertai hujan mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Mungkid.
Kedua peristiwa itu sempat mengganggu akses jalan dan aktivitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, peristiwa tanah longsor terjadi di Dusun Miriombo Kulon, Desa Giripurno, Borobudur pada Minggu (1/2) sekitar pukul 09.30.
Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari. "Material longsoran berasal dari tebing dan menutup akses jalan desa. Selain itu, satu rumah warga mengalami kerusakan ringan," kata Edi saat dikonfirmasi.
Di waktu yang hampir bersamaan, bencana cuaca ekstrem juga terjadi di Dusun Sawitan 1, Sawitan, Mungkid.
Hujan intensitas sedang yang disertai angin kencang menyebabkan tiga pohon tumbang dan menutup akses Jalan Mendut-Borobudur, tepatnya di sebelah timur Jembatan Brojonalan.
"Sekitar pukul 09.30 terjadi hujan disertai angin kencang. Akibatnya tiga pohon tumbang dan menutup total akses jalan," ujar Edi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Arus lalu lintas di jalur wisata itu juga relatif sepi saat kejadian berlangsung. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan unsur terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Edi memastikan, penanganan pohon tumbang di wilayah Sawitan telah selesai dan kondisi jalan sudah kembali normal. Sementara itu, warga di sekitar lokasi longsor Borobudur diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih bisa terjadi.
Dia juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun yang beraktivitas di jalur-jalur dengan banyak pepohonan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
"Cuaca seperti ini masih berpotensi memicu kejadian serupa. Kami minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak biasa," lontarnya.
KBO Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Budianto menyebut, proses evakuasi pohon tumbang berlangsung cepat.
"Begitu kejadian langsung ditangani. Pembersihan sekitar lima menit. Alhamdulillah tidak ada korban dan arus lalu lintas kembali lancar," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo