Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Geopark Kebumen Baru Wirama dan Wiraga, Budayawan Ingatkan Pentingnya Wirasa

Muhammad Hafied • Jumat, 30 Januari 2026 | 03:30 WIB
Sarasehan budaya sekaligus penandatangan pakta integritas lintas sektor dalam mendukung Geopark Kebumen melalui potensi budaya setiap desa. (M Hafied/Radar Jogja)
Sarasehan budaya sekaligus penandatangan pakta integritas lintas sektor dalam mendukung Geopark Kebumen melalui potensi budaya setiap desa. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

KEBUMEN - Geoprak Kebumen dengan potensi kekayaan geologi dinilai perlu mendapat penguatan dari sisi budaya berbasis desa. Tanpa dukungan aspek kebudayaan yang mengakar di desa, Geopark Kebumen dianggap akan kurang berwarna. Hal ini ditegaskan dalam sebuah sarasehan budaya di Pendopo Kabumian, Kamis (29/1).

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Basikun Mualim menyatakan, sentuhan budaya lokal akan menjadi kekuatan tersendiri dalam pengembangan Geopark Kebumen. Bagi dia, keterlibatan masyarakat dalam nguri-uri budaya setempat akan melengkapi potensi geowisata di kawasan geopark.

"Berangkatnya dari bawah. Kami pandang pelibatan budaya tingkat desa perlu dioptimalkan lagi," ujar Basikun alias Ki Petruk.

Basikun menyatakan, sebagai pegiat budaya dia tak ingin geopark hanya sekadar jargon tanpa memperhatikan kebudayaan sebagai aspek pendukung. Dia mendorong pengembangan Geopark Kebumen tidak berfokus pada keunikan geologi maupun sektor wisata.

Diharapkan integrasi antara kekayaan geologi dan budaya desa dapat menjadi nilai tawar geopark karena berakar kuat pada identitas lokal.

Menurut Basikun desa yang berada di kawasan Geopark Kebumen memiliki keunikan budaya masing-masing. Jika dikelola dengan baik dia yakin komponen tersebut dapat menjadi megnet kunjungan tersendiri.

Disebutkan, budaya desa yang dapat diberi ruang untuk pengembangan Geopark Kebumen seperti kesenian tradisional, cerita rakyat, ritual adat hingga kuliner khas. "Apalagi sekarang Kebumen sudah tercatat Unesco. Sinergi sangat diperlukan," bebernya.

Dalam sarasehan ini dihadiri para pemangku kebijakan, paguyuban kepala desa, perwakilan masyarakat desa serta para pegiat budaya. Sarasehan sengaja digelar untuk menguatkan komitmen serta menyamakan persepsi bersama agar masyarakat desa lebih berperan aktif dalam pengembangan geopark melalui instrumen budaya.

Sementara itu, Aktivis Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo menyatakan sepakat pentingnya kebudayaan sebagai salah satu faktor penting untuk pengembangan kawasan geopark.

Dia juga sepakat budaya menjadi motor penggerak Geopark Kebumen, karena pada prinsipnya geopark bukan hanya bicara batuan purba, tetapi juga kehidupan manusia dan budayanya. "Sangat macth ya, kearifan lokal memang harus menjadi ruh geopark," tegasnya.

Selain memberikan pengalaman wisata, penguatan budaya lokal sejalan dengan konsep pengembangan geopark, yakni dengan memperhatikan konservasi, edukasi serta pemberdayaan masyarakat.

Dari budaya, lanjut Sigit, menjadi salah satu media yang tepat untuk pendekatan ke masyarakat. Dengan begitu diharapkan muncul ikatan saling memiliki atas keberadaan geopark.

"Geopark sini kalau saya amati, baru wirama dan wiraga. Perlu juga wirasa pentingnya menjaga geopark," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#wirama #Budayawan #UNESCO #desa #Geopark Kebumen