KEBUMEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen menutup rangkaian Bulan Dana PMI tahun 2025 dengan hasil peghimpunan dana sebesar Rp 1,57 miliar. Capaian tersebut turun dari tahun sebelumnya dengan perolehan dana Rp 1,61 miliar.
Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto menjelaskan, meski capaian sedikit turun dari tahun 2024, perolehan dana yang terkumpul di tahun 2025 menunjukkan masih tingginya kepedulian sosial masyarakat Kebumen.
Dari dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial seperti layanan ambulans gratis, pemenuhan stok darah hingga penanganan bencana.
"Seluruh donasi yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat," ungkap Sabat saat Musyawarah Kerja (Musker) PMI 2026 di Pendopo Kabumian, Senin (26/1).
Sabar memaparkan, sepanjang tahun 2025 PMI Kebumen telah memproduksi darah 25.893 kantong. Kemudian layanan ambulans sebanyak 1.387 layanan. Dari dana yang terhimpun juga dialokasikan untuk berbagai program kemanusiaan dengan total 4.063 jiwa penerima manfaat.
Capaian tersebut meliputi urusan logistik dan distribusi air bersih 30 ribu liter serta 59 paket bantuan darurat. PMI Kebumen juga memberikan bantuan khitan gratis bagi 139 anak serta layanan pertolongan pertama di 265 titik.
"Kami berkomitmen terus bertransformasi menjadi lembaga yang lebih responsif," jelas Sabar.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, dana kemanusiaan yang terkumpul lewat PMI menjadi bukti tingginya nilai gotong royong masyarakat. Ia menegaskan PMI selama ini menjadi mitra strategis pemerintah di bidang kesehatan dan sosial.
"Saya tegaskan dana PMI akan kembali ke masyarakat melalui pelayanan nyata," katanya.
Dalam hal ini pemerintah daerah berkomitmen akan terus mendukung penguatan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan. Lilis juga berpesan agar PMI menjaga kepercayaan publik dengan pengelolan dana secara transparan dan akuntabel.
"Saya titip tanggungjawab terus dijaga dalam tugas," pesan Lilis. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo