KEBUMEN - Kabupaten Kebumen dalam dua hari terkahir dihadapkan adanya fenomena cuaca ekstrem berupa angin kencang. Terjadinya peningkatan kecepatan angin akibat Siklon Tropis Luana yanug berdampak di 16 kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen merekap terdapat 44 titik terdampak angin kencang. Peristiwa ini terjadi di 32 desa yang tersebar di 16 kecamatan. Tak ada korban jiwa selama cuaca ekstrem berlangsung. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 60 juta.
"Dampak angin kencang merata di wilayah Kebumen," jelas Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono Minggu (25/1).
Udy mengatakan, Pusdalops BPBD Kebumen mencatat ada 31 rumah warga tertimpa pohon hingga Sabtu (24/1) malam. Lalu ada tiga gedung dilaporkan rusak akibat angin kencang. Selain itu tujuh jaringan listrik roboh sehingga menggaggu distribusi listrik. "Siklon mulai bergeser, namun warga tetap harus waspda," imbaunya.
Selain turun ke lokasi terdampak, BPBD bersama unsur relawan kebencanaan juga terus memantau kondisi terbaru. Petugas juga mendatangi lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan peralatan dan logistik. "Kami koordinasi lintas sektor. Beberapa sekarang sudah tertangani," terangnya.
Sejalan dengan itu BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di berbagai wilayah. Dalam keterangan resminya, BMKG Cilacap menerangkan dampak Siklon Tropis Luana berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Masyarakat juga diimbau untuk selalu meingkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, tiang listrik, bangunan dan papan reklame yang rapuh. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita