MUNGKID - Kondisi kesehatan pohon Randu Alas di Desa Tuksongo, Kabupaten Magelang, tengah menjadi fokus kajian akademik UGM.
Pemkab Magelang memastikan belum akan mengambil keputusan apa pun sebelum menerima rekomendasi resmi dari hasil penelitian tersebut.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Distanpangan Kabupaten Magelang Arifan Sasongko menyebut, kajian yang dilakukan tim UGM menitikberatkan pada aspek kesehatan tanaman.
Penelitian itu dilakukan untuk memastikan kondisi biologis dan struktural pohon randu sebelum ditentukan langkah penanganan lebih lanjut.
"Yang diteliti terutama kondisi kesehatannya, mulai dari tingkat kerapuhan kayu, serangan penggerek batang, sampai penyakit akibat jamur," ujar Arifan, Kamis (22/1).
Dari Fakultas Pertanian, penelitian difokuskan pada gangguan organisme pengganggu tanaman serta penyakit yang berpotensi melemahkan struktur pohon.
Sementara Fakultas Kehutanan mengkaji kekuatan kayu serta kemungkinan pohon masih dapat dipertahankan melalui upaya pengawetan.
Menurutnya, aspek kesehatan tanaman menjadi kunci utama dalam kajian ini karena berkaitan langsung dengan tingkat risiko randu alas terhadap lingkungan sekitar.
Kerusakan internal akibat hama, jamur, atau pelapukan kayu dapat memengaruhi stabilitas pohon meski secara visual masih tampak berdiri kokoh.
"Secara kasat mata mungkin terlihat masih berdiri, tapi secara kesehatan tanaman harus dipastikan dulu. Itu yang sekarang dikaji secara ilmiah oleh UGM," jelasnya.
Dia menegaskan, pemerintah daerah sengaja menahan pernyataan dan keputusan untuk menghindari kesimpulan prematur.
Sebab rekomendasi akademis akan menjadi dasar utama dalam menentukan apakah randu alas masih bisa dipertahankan, perlu penanganan khusus, atau harus diambil langkah lain demi keselamatan.
Rekomendasi hasil kajian UGM tersebut nantinya akan disampaikan kepada bupati Magelang sebagai pengambil keputusan. Setelah itu, barulah pemkab akan menyampaikan sikap resmi kepada masyarakat.
"Keputusannya nanti berbasis kajian ilmiah. Kami tidak ingin spekulatif. Semua menunggu rekomendasi resmi dari UGM," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo