MUNGKID - Suara sirene early warning system (EWS) yang menggema di tengah malam membuat ratusan warga Dusun Tanjung, Ngadiharjo, Borobudur, bergegas meninggalkan rumah. Meski hujan, warga berpindah menuju balai ekonomi desa (balkondes) untuk menyelamatkan diri dari ancaman tanah longsor, Kamis (15/1) dini hari.
Sekretaris Desa Ngadiharjo Haidar Imama menjelaskan, proses evakuasi dilakukan sebagai langkah mitigasi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan memicu peringatan dini dari EWS.
"Saat hujan lebat dan alat itu berbunyi, semua warga mendengarnya. Itu jadi tanda bahwa kondisi tanah berbahaya," ujarnya, Kamis (15/1).
Semula, kata Haidar, pemerintah desa hanya berencana mengevakuasi warga dari tujuh rumah yang dilaporkan terdampak longsor. Namun setelah BPBD Kabupaten Magelang turun ke lapangan dan melakukan asesmen, jumlah warga yang perlu dipindahkan ternyata jauh lebih besar.
Dia menyebut, ada lebih dari 150 jiwa yang harus dievakuasi karena potensi longsor sangat tinggi. Jumlah itu dimungkinkan bakal bertambah. "Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 02.30 dan berlangsung hingga pagi," jelas Haidar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mencatat, hingga pukul 09.00 sedikitnya ada 154 jiwa yang telah dievakuasi ke Balkondes Ngadiharjo dan jumlah itu masih berpotensi bertambah. "Ini bukan pengungsian, tapi pergeseran sementara. Tujuannya penyelamatan," lontarnya.
Dia menjelaskan, ketika EWS berbunyi akibat hujan intensitas sedang hingga lebat, itu menandakan potensi longsor. "Maka warga yang berada di zona rawan kita geser ke tempat aman," sambungnya.
Menurut Edi, hujan yang turun sejak Rabu siang hingga malam membuat tanah di wilayah Ngadiharjo menjadi jenuh air dan labil. Kondisi tersebut meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga langkah cepat harus diambil.
Seorang warga, Listiana mengaku, dievakuasi bersama keluarganya sekitar pukul 03.00 dengan bantuan petugas pemadam kebakaran. Sebab rumahnya berada tepat di dekat tebing yang mengalami longsor. "Rumah saya kena longsor. Ya jelas takut, tebingnya tinggi dan dekat sekali dengan rumah," katanya.
Listiana datang ke balkondes bersama tiga anggota keluarganya. Dia mengatakan, hujan yang turun sejak sebelumnya cukup lama dan disertai angin kencang, membuat warga semakin khawatir. "Daripada kenapa-kenapa, ya ke sini saja dulu, biar aman," imbuh dia. (aya/pra)
Editor : Herpri Kartun