Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jasad Pendaki Asal Magelang Mulai Diturunkan dari Gunung Slamet, Banyak Warga Berdatangan ke Rumah Duka

Naila Nihayah • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:37 WIB

 

Warga silih berganti memberikan belasungkawa kepada keluarga Ali di Perumahan Depkes, Kota Magelang, Kamis (15/1/2026).
Warga silih berganti memberikan belasungkawa kepada keluarga Ali di Perumahan Depkes, Kota Magelang, Kamis (15/1/2026).

MAGELANG — Proses evakuasi jasad Syafiq Ridhan Ali Razan, 18 pendaki asal Kota Magelang yang ditemukan meninggal di Gunung Slamet, sempat tertunda akibat cuaca ekstrem. Namun, tim SAR mulai melakukan evakuasi sejak Kamis (15/1/2026) pagi, setelah hujan badai yang mengguyur kawasan puncak mereda.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kepulangan jenazah di Perumahan Depkes Blok D2 Nomor 6, Kelurahan Kramat Utara, Magelang Utara, Kota Magelang. Sejak kabar jasad Ali ditemukan pada Rabu (14/1/2026), kediamannya mulai dibanjiri pelayat. Tenda dan kursi ditata, termasuk sejumlah karangan bunga menghiasi rumah duka.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo mengatakan, proses pengangkatan jasad Ali semula direncanakan dilakukan pada Rabu (14/1/2026) malam. Namun kondisi cuaca yang buruk, membuat tim SAR menunda evakuasi dan bermalam di lokasi.

"Informasi tadi malam sebenarnya sudah memungkinkan untuk dievakuasi, tapi karena hujan badai di atas, tim SAR tidak bisa mengambil risiko. Mereka tetap bermalam demi keselamatan," kata Catur di rumah duka, Kamis (15/1/2026).

Evakuasi baru dapat dimulai pada Kamis sekitar pukul 05.00. Tim SAR tahap kedua kemudian bergerak dari titik penemuan di jalur punggunhan Gunung Malang menuju Basecamp Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Lalu, sekitar pukul 06.30 jenazah sudah berhasil diangkat dan mulai diturunkan dalam kondisi utuh.

Catur menjelaskan, terdapat indikasi cedera pada tubuh korban. Berdasarkan informasi di lapangan, korban mengalami patah pada bagian kaki dan tangan, namun kondisi tubuh masih menyatu dan utuh. Hanya saja, informasi tersebut masih bersifat sementara dan menunggu pemeriksaan medis lebih lanjut.

Proses penurunan jenazah dari puncak diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam. Setibanya di Basecamp Dipajaya, jenazah akan langsung dibawa ke sebuah rumah sakit di Kecamatan Moga, untuk dilakukan pemeriksaan forensik sekaligus proses pemulasaraan.

Dia memperkirakan, proses tersebut akan memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Usai seluruh proses di Pemalang selesai, jenazah akan langsung diberangkatkan menuju Kota Magelang.

Dengan mempertimbangkan waktu evakuasi, pemeriksaan, dan perjalanan darat, kepulangan jenazah ke rumah duka diperkirakan memakan waktu sekitar 17 jam sejak evakuasi dimulai.

Pemkot Magelang, kata Catur, telah berkoordinasi intensif dengan Pemkab Pemalang serta PMI Kabupaten Pemalang. Ambulans dan peti jenazah telah disiapkan dan difasilitasi sepenuhnya untuk proses pengantaran hingga ke rumah duka di Kota Magelang.

Bahkan, Catur pun diminta untuk ikut menjemput jenazah. "Ini juga bentuk penghormatan dan terima kasih kami kepada Kabupaten Pemalang dan seluruh relawan yang sudah membantu sejak awal pencarian," lontarnya.

Di Kota Magelang, persiapan penyambutan jenazah telah dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar. Sesuai permintaan keluarga, terutama sang ibu, Utari Juanita, peti jenazah tidak akan langsung ditutup rapat setibanya di rumah duka.

Catur menyebut, Utari ingin melihat jasad Ali untuk terakhir kalinya. "Kami sudah koordinasi agar peti bisa dibuka di rumah duka, setelah itu baru dibawa ke masjid untuk disalatkan," kata Catur.

Setelah disalatkan, jenazah rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Sidotopo. Ayah Ali, Dhani Rusman bersama keluarga inti disebut sudah berada di Pemalang menjemput langsung proses evakuasi. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pendaki gunung #berdatangan #warga #Magelang #Melayat #gunung slamet #Asal