PURWOREJO - Hotel Ganesha segera beroperasi setelah seluruh proses pembangunan dinyatakan rampung. Hotel milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo tersebut dijadwalkan akan mulai berfungsi optimal pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Purworejo Edi Nur Widyoko menjelaskan, pembangunan tahap lanjutan Hotel Ganesha telah selesai secara menyeluruh.
Rencananya, hotel yang menjadi aset daerah ini nantinya tidak dikelola mandiri oleh pemkab, melainkan diserahkan kepada pihak ketiga.
"Posisi hotel sekarang sudah selesai dan siap dioperasionalkan," jelasnya kepada Radar Jogja, Selasa (13/1).
Edi menerangkan, saat ini pemkab sedang dalam proses pembentukan tim kerja sama pemanfatan (KSP). Tim ini bertugas untuk menyeleksi calon mitra sebagai pengelola Hotel Ganesha.
Menurut dia, minat atau antusias pihak ketiga untuk mengelola Hotel Ganesha terbilang cukup tinggi. Terbukti per hari ini sudah ada tujuh calon mitra tertarik untuk mengelola hotel tersebut.
"Ada tujuh calon mitra sudah kirim surat minat, LOI (letter of intent)," ungkapnya.
Hotel Ganesha bukan hanya fasilitas akomodasi, melainkan menjadi tempat pertemuan baik skala lokal maupun regional. Termasuk menjadu ikon baru bagi Kabupaten Purworejo.
Tak hanya itu, keberadaan Hotel Ganesha nantinya juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata serta meningkatkan dari sisi pendapatan daerah.
Dia optimis beroperasinya hotel ini bakal membawa dampak positif bagi daerah. Selain mendorong sektor jasa dan pariwisata, adanya hotel tersebut juga kelak akan menekan angka pengangguran.
"Hotelnya kelas bintang tiga. Ada lima lantai dan rooftop," kata dia.
Sekadar informasi, pembangunan proyek Hotel Ganesha berlangsung melalui skema multiyears atau tahun jamak. Adapun pembiayaan proyek ini mengandalkan anggaran APBD senilai total sekitar Rp 55 miliar.
Pembangunan hotel ini telah dilakukan secara bertahap, tepatnya pada tahun 2022 dan 2023. Namun, prosesnya sempat terhenti di 2024 karena keterbatasan anggaran daerah.
Sebelumnya, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyampaikan, pemerintah daerah memastikan pembangunan hotel tetap berlanjut sampai sepenuhnya selesai.
Intervensi anggaran dilakukan guna memastikan hotel yang digadang-gadang penyumbang PAD tak mangkrak begitu saja.
Dion menyatakan, pembangunan Hotel Ganesha sejatinya tidak masuk dalam visi besar kepemimpinan Yuli-Dion.
Namun, kata Dion, pemerintah daerah hari ini merasa punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan proyek strategis tersebut dengan prinsip asas kebermanfaatan. "Hotel ini harus diselamatkan.
Jangan sampai mangkrak. Toh dalam pembahasan bersama DPRD sudah disepakati," ucap suami Ketua TP PKK Purworejo itu. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo