MAGELANG - Mobil elf milik PMI Kota Magelang mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kabupaten Purbalingga, Kamis (8/1) sore. Saat itu, mobil yang ditumpangi kurang lebih 12 relawan itu tengah dalam perjalanan pulang usai mengikuti operasi pencarian pendaki asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah relawan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30, tak lama setelah rombongan meninggalkan area basecamp pencarian.
Kendaraan yang membawa personel gabungan PMI, relawan, dan unsur SAR itu dilaporkan oleng saat melintasi jalur menurun sebelum akhirnya tergelincir dan keluar jalur.
Jalur yang dilalui dikenal curam dan menurun tajam. Dia menduga, kendaraan mengalami gangguan pengereman sebelum akhirnya tergelincir.
"Mobil sempat zig-zag cukup panjang. Sopirnya tidak bilang apa-apa, mungkin supaya penumpang tidak panik. Saya kira cuma bercanda, ternyata remnya tidak berfungsi maksimal," lontarnya.
Beruntung, kendaraan berhenti di area yang relatif landai dan tidak bertabrakan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. Seluruh penumpang berhasil keluar dari mobil tanpa ada korban jiwa.
Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro menyampaikan, jumlah penumpang di dalam mobil saat kejadian tercatat sekitar 12 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar hanya mengalami luka ringan.
Baca Juga: SMK Muhammadiyah 2 Sleman Ikut Pamerkan Rintisan Kendaraan Listrik di Muhammadiyah Sleman Expo
"Yang dirawat inap ada dua orang. Selebihnya rawat jalan dan ada yang tidak mengalami luka sama sekali," bebernya.
Terkait penyebab kecelakaan, Suryantoro menyebut, berdasarkan informasi awal, terdapat kerusakan pada sistem pengereman kendaraan. Namun, PMI masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian.
"Informasi sementara ada selang yang pecah, sehingga minyak rem tidak bisa bekerja maksimal. Bukan karena minyak rem habis. Tapi secara teknis kami menunggu keterangan resmi," terangnya.
Mobil PMI yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui merupakan kendaraan lama dengan tahun pengadaan sekitar 2004. Kejadian ini, menurut Suryantoro, menjadi bahan evaluasi internal terkait kelayakan armada, terutama untuk medan berat dan misi berisiko tinggi.
Baca Juga: Wisata Kulon Progo Diharapkan Tak Hanya Bertumpu Pada Libur Nasional, Bupati Sebut Tantangan Besar
"Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih berhati-hati, terutama dalam mengangkut personel. Kendaraan harus benar-benar siap," ucapnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis malam. Dia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa relawan PMI dan tim kemanusiaan asal Kota Magelang.
"Ini musibah yang tentu tidak kita harapkan. Korban mengalami luka dengan tingkat berbeda, dari ringan hingga perlu perawatan. Kami berharap ke depan kejadian seperti ini tidak terulang," kata Damar.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp 214 Miliar, Sekolah Rakyat Kulon Progo Digeber Pembangunannya
Damar memastikan, seluruh biaya penanganan medis korban akan ditanggung oleh Pemkot Magelang. Dia juga menegaskan, pemerintah daerah akan menunggu hasil pemeriksaan teknis terkait penyebab kecelakaan sebelum mengambil langkah lanjutan.
"Soal teknis kendaraan, apakah rem blong, faktor manusia, atau faktor lain, kami belum menerima laporan lengkap. Yang jelas, pemerintah hadir dan bertanggung jawab atas penanganan korban," tegasnya. (aya)