MUNGKID - Tugu di puncak Gunung Andong, Kabupaten Magelang rusak akibat tersambar petir. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan puncak Gunung Andong pada Minggu (4/1) sore.
Video kerusakan tugu itu satu di antaranya diunggah oleh akun Instagram @magelang_raya. Dalam unggahan tersebut dituliskan keterangan bahwa tugu di puncak Gunung Andong mengalami kerusakan akibat tersambar petir. Unggahan itu menarik perhatian warganet, terutama para pendaki dan pecinta alam.
Baca Juga: Menyapa Pagi dengan Gagahnya Merapi: 6 Spot Syahdu di Kaliurang Jogja
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Pagergunung Lukas Munadi membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, sambaran petir terjadi sekitar pukul 17.30. Kondisi tersebut bersamaan dengan hujan deras yang melanda kawasan Gunung Andong.
"Benar, kejadian tersambar petir itu terjadi hari Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 17.30," kata Lukas saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Akibat sambaran petir tersebut, tugu di puncak Gunung Andong mengalami kerusakan. Menurut Lukas, posisi tugu yang berada di titik tertinggi puncak gunung membuat bangunan tersebut menjadi sasaran sambaran petir.
Baca Juga: Meninggal karena Kanker, Selama Proses Kemoterapi Mbah Pri Tetap Aktif Bermain Sepatu Roda
"Karena saat itu hujan deras disertai petir, dan posisi tugu berada di titik paling tinggi di puncak, maka tugu tersebut yang tersambar," ujarnya.
Lukas memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dia menjelaskan, saat cuaca memburuk, pengelola basecamp telah melarang pendaki untuk naik ke puncak Gunung Andong sebagai langkah antisipasi.
"Untuk pengunjung tidak ada korban. Karena kondisi hujan deras dari pihak basecamp memang tidak mengizinkan pendakian," jelasnya.
Baca Juga: Markas Scammer Jaringan Internasional di Sleman Digerebek Jajaran Polresta Jogja, Warga Sebut Beroperasi 24 Jam
Lukas menambahkan, salah satu dampak dari sambaran petir tersebut adalah robohnya tiang bendera Merah Putih yang berada di area tugu puncak. Sementara terkait waktu pembangunan tugu, Lukas mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Sementara itu, Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong via Sawit Maisaro mengutarakan, tugu puncak tersebut baru dibangun sekitar Juni 2025. Pihak pengelola basecamp berencana segera melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi.
"Kaitan dengan tugu, rencananya akan kami renovasi kembali," paparnya.
Baca Juga: Bangunan dan Halaman Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi, SDN Kokap Kulon Progo Laksanakan KBM di Bawah Tenda Bencana
Dia juga mengimbau para pendaki dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Terutama di kawasan pegunungan yang rawan hujan deras dan petir.
"Untuk pengunjung, karena musim saat ini tidak menentu, kami mengimbau agar selalu waspada dan mematuhi arahan dari pengelola," tegasnya. (aya)