MUNGKID - Seorang balita perempuan berusia 3,5 tahun di Desa Pucungsari, Grabag, Kabupaten Magelang, meninggal dunia usai terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 20 meter, Senin (5/1).
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dan pemadam kebakaran, dengan satu personel penyelamat harus turun langsung hingga dasar sumur.
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto menyebut, laporan kejadian itu diterima dari warga sekitar pukul 09.30. Informasi awal menyebutkan seorang balita perempuan tercebur ke dalam sumur dengan kondisi telah meninggal dunia.
Baca Juga: FK UAJY Bersama Gereja Babasari dan Polda DIY Gelar Bakti Sosial Kesehatan
"Informasinya ada balita perempuan kecemplung sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 meter," kata Arif.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kedalaman air di dalam sumur mencapai sekitar tiga meter dari dasar. Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi karena korban berada di titik paling bawah sumur.
Dalam proses penanganan, Basarnas bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran. Tim gabungan menurunkan satu orang rescuer ke dalam sumur untuk mengevakuasi korban. Demi keselamatan, rescuer dilengkapi dengan alat bantu pernapasan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).
Baca Juga: SDN Kokap Terdampak Longor Talud, Sebagian Siswa Diminta Belajar Di Rumah
"Teknis penanganannya, satu rescuer kami turunkan ke dalam sumur menggunakan peralatan lengkap, termasuk SCBA," ujarnya.
Sebelum turun langsung, tim sempat mencoba mengevakuasi korban menggunakan alat bantu berupa galah atau bambu. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena posisi korban tidak terjangkau dari atas.
"Percobaan awal menggunakan galah tidak berhasil. Karena korban berada di dasar sumur dan terendam air, akhirnya rescuer memutuskan untuk menyelam," jelas Arif.
Baca Juga: Prediksi Galatasaray vs Trabzonspor Piala Super Turki Selasa 6 Januari Kick Off 00.30 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Proses evakuasi berlangsung sekitar 25 menit sejak rescuer mulai diturunkan hingga korban berhasil diangkat ke permukaan. Selama proses tersebut, tim menghadapi kendala utama berupa kedalaman sumur dan posisi korban yang berada di dasar, di bawah permukaan air.
"Korban berada di dasar sumur dengan ketinggian air sekitar tiga meter. Itu menjadi kendala utama sehingga rescuer harus menyelam," bebernya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut. (aya)