MUNGKID - Sebuah video yang menampilkan seorang pengunjung perempuan lanjut usia (lansia) kesulitan berjalan di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur viral di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang pengunjung laki-laki menggandeng lansia sembari berupaya mencari bantuan transportasi di area wisata.
Peristiwa itu pun menuai beragam respons dari warganet. Sebagian di antaranya mempertanyakan kesiapan dan kecepatan layanan pengelola dalam memberikan bantuan kepada pengunjung dengan kebutuhan khusus. Namun, ada juga yang mempertanyakan terkait kesiapan keluarga.
Baca Juga: Dua Pasar di Sleman Rusak akibat Hujan, Disperindag Antisipasi Kejadian Serupa
Menanggapi hal itu, pengelola mengakui keterlambatan layanan untuk respons dari tim di lapangan dan meminta permohonan maaf atas kejadian tersebut. "Kami mohon maaf atas keterlambatan respons dari tim kami di video tersebut dan terima kasih atas masukan yang telah disampaikan," ujar Corporate Secretary InJourney Destination Management (IDM) Destantiana Nurina Minggu (4/1).
Dia menegaskan, masukan dari masyarakat menjadi catatan penting bagi IDM. Terutama terkait pemenuhan kebutuhan kelompok prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
Menurutnya, layanan bagi kelompok tersebut merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditunda. Destantiana menyampaikan, IDM menyadari sepenuhnya ihwal perlunya perbaikan sistem agar bantuan kepada pengunjung yang membutuhkan dapat diberikan secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Franco Ramos Nikmati Semua Pengalaman Bersama PSIM Jogja di Super League; dari Stadion Penuh hingga tanpa Penonton
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami harus memperbaiki sistem yang berlaku untuk memberikan bantuan secara cepat tanggap bagi mereka yang membutuhkan," katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Candi Borobudur pada prinsipnya dikelola sebagai destinasi wisata yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Sejumlah fasilitas pendukung sebenarnya telah disediakan untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan kelompok prioritas.
Fasilitas tersebut antara lain ketersediaan kursi roda yang dapat diakses di sejumlah titik. Seperti simpul gate, Manohara Borobudur Cultural Center, serta pusat informasi.
Baca Juga: Lewat Gol Ze Valente, PSIM Jogja Raih Kemenangan Krusial atas Semen Padang di SSA Bantul
Selain itu, pengelola juga menyediakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) gratis yang beroperasi selama jam kunjungan, mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Dengan prioritas penggunaan bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
Tidak hanya itu, layanan kesehatan juga disiapkan dengan ambulans yang bersiaga di pos layanan kesehatan dan kantor unit pengelola untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Meski demikian, Desta mengakui, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya terkomunikasikan dengan baik, baik kepada petugas internal maupun kepada pengunjung. Ke depan, IDM berkomitmen untuk memperbaiki pola komunikasi agar informasi terkait layanan dan fasilitas pendukung dapat diakses dengan lebih jelas dan mudah.
Baca Juga: Franco Ramos Nikmati Semua Pengalaman Bersama PSIM Jogja di Super League; dari Stadion Penuh hingga tanpa Penonton
"Ke depan, kami akan memastikan agar seluruh informasi mengenai ketersediaan fasilitas dapat terkomunikasikan dengan lebih jelas, baik kepada tim internal maupun kepada pengunjung," lontarnya.
Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan. Bagi seluruh pengunjung, tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan yang sama, IDM juga menyampaikan apresiasi kepada pengunjung yang terekam dalam video viral tersebut. Sebab dinilai menunjukkan kepedulian dan inisiatif membantu sesama pengunjung.
Desta menegaskan, pengelola berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Khususnya bagi wisatawan prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita