MUNGKID - Pemkab Magelang memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk menggalang solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana alam di Aceh dan Sumatra Utara. Total donasi yang dikumpulkan mencapai Rp 120,6 juta.
Melalui gelaran Borobudur Moon edisi ketiga yang berlangsung di kawasan Marga Utama Candi Borobudur, Rabu (31/12), ribuan warga diajak merayakan tahun baru dengan doa bersama dan pengumpulan donasi.
Selain itu, warga juga menerbangkan balon plastik sebagai simbol harapan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, Borobudur Moon kali ini sengaja diarahkan tidak semata sebagai agenda hiburan atau perayaan.
Melainkan sebagai ruang empati dan kepedulian sosial di tengah duka yang masih dirasakan masyarakat di Sumatra bagian utara akibat bencana alam.
"Karena itu, malam ini kita tidak berlebihan, tidak menggunakan kembang api, dan memilih memperkuat nilai kemanusiaan melalui doa serta penggalangan dana," ujar Grengseng.
Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya, suasana Borobudur Moon berlangsung relatif khidmat. Tidak ada pesta kembang api atau petasan. Sebagai gantinya, acara diisi dengan doa lintas agama dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan solidaritas bagi korban bencana.
"Dana tersebut langsung kami transfer ke rekening Baznas agar bisa segera disalurkan kepada korban bencana," kata Ita.
Ketua Penyelenggara Borobudur Moon Hani Sutrisno mengatakan, capaian donasi tersebut merupakan hasil gotong royong antara masyarakat, pelaku seni, perajin, dan pemerintah daerah.
Dia menilai, antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa ruang publik di kawasan Borobudur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial yang berdampak luas.
"Borobudur Moon kami rancang terbuka dan gratis agar masyarakat bisa menikmati kegiatan berkualitas sekaligus terlibat dalam aksi kemanusiaan," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo