MUNGKID - Pemkab Magelang kembali menggelar Borobudur Moon edisi spesial malam pergantian tahun baru dengan konsep berbeda. Acara yang akan berlangsung di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur pada Rabu (31/12) malam ini digelar secara gratis. Kegiatan juga akan digelar anpa pesta kembang api, dan sarat pesan budaya serta kepedulian kemanusiaan.
Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Zumrotun Rini mengatakan, event kali ini akan menjadi wadah penggalangan dana bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra. Pengumpulan donasi bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang, yang juga bertanggung jawab dalam pendistribusiannya.
Sebagai pengganti kembang api, panitia menyiapkan atraksi balon. Sebanyak 2.000 balon warna-warni akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang telah berdonasi. “Balon tersebut nantinya akan diterbangkan bersama-sama sebagai simbol harapan untuk tahun-tahun mendatang,” ujarnya saat ditemui di TIC Borobudur Senin (29/12).
Terkait lokasi perayaan malam tahun baru, Zumrotun menegaskan bahwa kegiatan terpusat di kawasan Borobudur. Meski dimungkinkan ada kegiatan serupa di objek wisata lain, namun yang terintegrasi dengan penggalangan donasi dipusatkan di kawasan tersebut.
"Yang kita pusatkan yang ada donasi ini di Candi Borobudur," ujarnya.
Zumrotun menambahkan, pada gelaran Borobudur Moon akan melibatkan ratusan seniman lokal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pementasan sendratari kolosal Pramodhavardhani yang melibatkan sekitar 150 penari. Selain itu, sejumlah kesenian tradisional lain juga akan tampil.
Baca Juga: Terdampak Bencana, Pemprov Jateng Kembali Pulangkan Warganya dari Aceh
Kemudian Topeng Ireng Majanil Muslimin, drama tari Sanggar Sasana Aji, Bengkel Seni Sasana Aji, Tari Maitribala, fashion show ecoprint, serta doa tutup dan awal tahun. Total seniman yang terlibat lebih dari 250 orang. "Harapannya selain melestarikan adat budaya, sanggar seniman bisa lebih berkembang dan meningkat," jelasnya.
Kegiatan ini akan dimulai pukul 19.00. Pengunjung pun dapat memasuki area acara melalui pintu Kalpataru tanpa dipungut biaya.
Khusus untuk produk ecoprint yang ditampilkan dalam fashion show, panitia juga menerapkan skema donasi. Sebanyak 50 persen dari hasil penjualan produk ecoprint akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatra. Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan dilaporkan sebagai akumulasi donasi resmi.
Sementara itu, Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho menuturkan, Borobudur Moon merupakan hasil kolaborasi antara pengelola kawasan Borobudur dengan Pemkab Magelang. Tahun ini menjadi pelaksanaan Borobudur Moon untuk ketiga kalinya.
Menurutnya, pelaksanaan Borobudur Moon merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 101, yang menekankan pada tata kelola kawasan Borobudur. Oleh karena itu, Borobudur Moon juga dirancang untuk menghidupkan kawasan Borobudur secara berkelanjutan. Bukan sekadar kegiatan seremonial. "Semoga ini memberi semangat kawasan, apalagi ditambah dengan penggalangan dana untuk korban bencana," katanya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita