MUNGKID - Pemkot Magelang mulai memantapkan langkah mem-branding kawasan Pecinan di Jalan Pemuda sebagai destinasi wisata malam bertajuk Chinatown. Upaya ini diarahkan untuk menghidupkan kembali perekonomian dan aktivitas sosial di satu ruas jalan utama kota yang selama ini cenderung sepi saat malam hari.
Belum lama ini, wajah Jalan Pemuda mulai berubah. Sejumlah food truck berjajar rapi di sisi jalan, dilengkapi bangku-bangku panjang yang disediakan bagi pengunjung. Suasana yang sebelumnya lengang selepas pukul 21.00 kini mulai bergeliat.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah menjelaskan, gagasan ini berangkat dari keprihatinan atas kondisi Jalan Pemuda yang sebenarnya berstatus sebagai kawasan premium. Namun kehilangan denyut aktivitas di malam hari.
"Dari situ muncul pertanyaan, bagaimana caranya supaya kawasan ini kembali hidup," ujar Syaifullah Minggu (28/12).
Menurutnya, satu cara paling efektif untuk menarik orang datang adalah melalui aktivitas ekonomi, khususnya kuliner. Namun, karena berada di kawasan Pecinan yang memiliki karakter dan nilai historis, konsep yang diusung tidak bisa asal-asalan.
Karena itu, dia mendorong pelaku usaha untuk tampil kreatif. "Ini kawasan premium, jadi konsepnya juga harus beda, menarik, dan punya nilai seni," katanya.
Pemkot memilih konsep food truck dengan pertimbangan fleksibilitas dan estetika. Setiap pelaku usaha diwajibkan menjaga kebersihan, membatasi area memasak, serta menata lapak agar tidak mengganggu fungsi ruang publik.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung, mulai dari bangku pengunjung, tempat sampah, hingga penataan penerangan jalan. Dalam tahap awal uji coba, baru tiga food truck yang beroperasi.
Namun respons warga dinilai cukup positif. Dari evaluasi sementara, omzet pelaku usaha disebut bisa mendekati Rp 1 juta per malam. "Untuk uji coba saja sudah lumayan. Ini jadi sinyal bahwa animo masyarakat ada," bebernya.
Saat ini, setidaknya delapan food truck telah siap bergabung dan mulai beroperasi. Ke depan, pemkot membuka peluang lebih luas, meski tetap menerapkan proses kurasi ketat. Dari sekitar 39 pendaftar, hanya pelaku usaha yang dinilai serius, kreatif, dan sesuai konsep yang akan diizinkan berjualan.
"Kami tantang mereka, mau tidak membuat tampilan yang punya unsur seni, desain mobilnya menarik, dan makanannya kekinian. Mi ayam boleh, tapi harus beda dari mi ayam biasa," bebernya.
Operasional food truck ini direncanakan mulai pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari. Terkait retribusi dan parkir, pemkot masih menyusun regulasi. Konsepnya, penggunaan ruang parkir akan dihitung dan dikompromikan dengan pengelola parkir agar tetap adil dan tertib.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, penataan kawasan Pecinan bukan sekadar proyek fisik. Melainkan strategi jangka panjang untuk menghidupkan kembali ruang sejarah kota.
"Pecinan ini sangat strategis dan nilai historisnya kuat. Kami ingin kawasan ini hidup kembali sebagai pusat budaya, belanja, dan kuliner," tegas Damar.
Dia menyebut, branding kawasan sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun perlu dilengkapi dengan fasilitas dan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Mulai dari ruang berkumpul, area pejalan kaki, kuliner malam, hingga potensi pertunjukan seni. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita