MUNGKID — Kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan mendorong warga Dusun Wonorejo, Banyuwangi, Bandongan, Kabupaten Magelang, bergerak cepat memperbaiki jalan yang rusak. Warga memilih bergotong royong dan patungan agar akses utama kampung itu tidak terus memakan korban, terutama saat musim hujan.
Perbaikan dilakukan secara swadaya sejak Minggu (21/12), melibatkan puluhan warga lintas RT. Jalan yang diperbaiki merupakan akses harian warga untuk beraktivitas.
"Karena kondisinya membahayakan dan sudah sering orang jatuh, akhirnya kami sepakat tidak menunggu dana desa," kata Ketua RT 03 Dusun Wonorejo, Hamzah Ismail di rumahnya, Kamis (25/12).
Baca Juga: Larangan Merokok di KTR Malioboro Jogja Masih Dilanggar, 80 Wisatawan Terjaring: Mayoritas Mengaku Tak Tahu Aturan
Beruntung, banyak warga yang peduli dan mau menyumbang, seperti semen, pasir, bahan lainnya, atau uang. Dia menyebut, sebelumnya pemerintah desa sudah melakukan perbaikan pada bagian jembatan sekitar satu tahun lalu.
Namun, kondisi jalan penghubung menuju jembatan belum tersentuh perbaikan. Padahal, ruas jalan tersebut menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara motor.
"Kalau habis hujan itu licin sekali. Banyak yang kepleset, jatuh. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa memakan korban lebih parah," ujarnya.
Baca Juga: Selama 20 Tahun Hanya Diberi Rp 50 Ribu, Warga Desa Ayamputih Tolak Perpanjangan Izin Tower Provider
Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Dari total lebar jalan sekitar empat meter, saat ini baru separuh yang diperbaiki agar akses tetap bisa dilalui warga.
Panjang jalan yang ditangani diperkirakan mencapai 100 meter. Pekerjaan dilakukan dengan pengecoran sederhana untuk menghaluskan permukaan jalan sementara waktu.
"Nanti kalau dana desa sudah ada, harapannya (pondasi yang sudah ada) akan ditumpangi dari desa supaya lebih kokoh. Sekarang ini sementara saja, yang penting tidak licin dan tidak bikin orang jatuh," jelasnya.
Baca Juga: Innalillahi.. Penemuan Mayat Bayi di Condongcatur, Kondisi Memprihatinkan Diduga Sudah Meninggal Lima Hari
Warga RT 03 Dusun Wonorejo, Panji Setiawan menyebut, seluruh biaya dan material berasal dari patungan warga.
Menurut Panji, kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung cukup lama, sementara perbaikan dari pemerintah belum kunjung terealisasi.
"Warga sudah lama menunggu. Karena ini akses utama, ya akhirnya warga sepakat patungan. Daripada nunggu terus tapi risikonya orang jatuh lagi," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo