MUNGKID — Kebakaran melanda sebuah kandang ayam di Dusun Pagerjurang, Pagersari, Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (25/12) dini hari. Peristiwa itu menyebabkan ribuan ekor ayam mati dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Pemilik kandang, Makruf Ibadi mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 02.30. Informasi itu ia terima dari pekerja yang bertugas menjaga kandang. Saat itu, api disebut sudah terlihat di salah satu sisi bangunan kandang.
"Sekitar hampir pukul 03.00 pagi, saya dikabari anak buah yang jaga kandang. Katanya ada kebakaran di sisi barat," kata Makruf saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendapat laporan tersebut, Makruf segera meminta keluarganya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dia juga berupaya meminta bantuan melalui pihak kelurahan dan kepolisian setempat, sembari segera menuju lokasi kandang.
Kandang tersebut berisi sekitar 15 ribu ekor ayam pedaging berusia 50 hari. Ayam-ayam itu sejatinya sudah mendekati masa panen, yang diperkirakan tinggal sekitar 10 hari lagi.
Akibat kebakaran, ribuan ayam dilaporkan mati. Namun, Makruf menyebut, sebagian besar ayam tidak mati karena terbakar langsung, melainkan akibat berdesakan dan terinjak saat berusaha menyelamatkan diri dari kepulan asap dan api.
"Ayamnya panik, numpuk sama temannya karena tempatnya sudah habis. Bukan terpanggang, tapi mati terinjak," ujarnya.
Hingga Kamis siang, jumlah pasti ayam yang mati masih dalam proses pendataan. Beberapa bangkai ayam masih terlihat di bagian atas kandang dan belum seluruhnya dievakuasi. Ayam-ayam mati itu diambil oleh pengepul untuk dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele.
Makruf mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Dia menyebut, kecil kemungkinan api berasal dari korsleting listrik, karena lampu kandang masih menyala dan instalasi berada di bagian pinggir bangunan.
"Kalau korsleting rasanya bukan. Lampu masih nyala. Bisa jadi di titik lain, tapi sampai sekarang belum tahu pasti penyebabnya," lontarnya.
Kandang ayam yang terbakar memiliki ukuran sekitar 45 meter x 10 meter dan dibangun pada 2010. Meski demikian, Makruf baru menyewa dan mengelola kandang tersebut dalam dua kali masa panen terakhir. Dari total bangunan, sekitar separuh kandang masih bisa diselamatkan dari amukan api.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. Perbedaan angka tersebut masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kepala UPT Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Magelang Edy Priyanta membenarkan peristiwa tersebut. Dia menjelaskan laporan kebakaran masuk ke pos pemadam kebakaran pada pukul 02.48.
"Petugas sampai lokasi sekitar pukul 03.00. Penanganan dimulai pukul 03.05 dan selesai sekitar 03.50," ujar Edy.
Tim pemadam dari Regu Induk 1 dikerahkan ke lokasi, kemudian dibantu oleh unit dari Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Muntilan. Proses pemadaman dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menjalar ke bagian kandang lain maupun lingkungan sekitar.
Menurut Edy, kandang tersebut berisi 15 ribu ekor ayam dengan usia sekitar 50 hari. Luas bangunan sesuai laporan yakni 45 meter x 10 meter. Hingga kini, asal api masih dalam penyelidikan petugas. (aya)