KEBUMEN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen meminta agar seluruh pengelola objek wisata segera berbenah diri sebelum menyambut kedatangan wisatawan. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kesiapan menghadapi momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepala Disparbud Kebumen Frans Haidar menegaskan, jumlah kunjungan wisata diperkirakan akan meningkat seiring libur panjang Nataru. Oleh karena itu, kesiapan pengelola objek wisata menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. "Sudah kami imbau, pengelola wisata mempersiapkan diri. Entah itu SDM atau manpower dan sarprasnya," ungkapnya kepada Radar Jogja Selasa (23/12).
Frans menjelaskan, berbagai aspek perlu mendapat perhatian. Mulai dari kebersihan kawasan wisata, kelayakan sarana dan prasarana hingga keamanan maupun keselamatan pengunjung. Tak hanya itu pengelola juga diminta memastikan fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet umum, tempat ibadah, serta jalur evakuasi berada dalam kondisi baik dan berfungsi optimal. "Semua saja, kami imbau. Bukan cuma swasta dan pokdarwis. Semua berlaku," bebernya.
Frans menambahkan, penerapan standar pelayanan wisata yang ramah dan tertib juga menjadi penekanan Disparbud. Agar para wisatawan mendapatkan pengalaman berwisata yang aman sekaligus menyenangkan.
Disparbud, kata dia, juga akan melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan pengelola objek wisata guna memastikan kesiapan di lapangan. Diharapkan, dengan adanya persiapan matang, pariwisata di Kebumen dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang. "Pengelola ini harus pakai pakem Sapta Pesona. Jaga kebersihan dan jangan sampai timbul korban," ucapnya.
Frans mengaku sejauh ini tidak bisa memprediksi jumlah kunjungan wisatawan yang akan datang ke Kebumen. Menurut dia banyak faktor yang mempengaruhi jumlah pengunjung wisata. Seperti datangnya musim hujan serta faktor kebersihan dan kenyaman di lokasi wisata. Kondisi tersebut yang perlu menjadi perhatian pengelola wisata. "Saya belum bisa jawab berapa yang akan datang. Tapi semua harus bersiap," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kebumen Taufik Hidayat sepakat dengan Disparbud. Dia menegaskan kesiapan pengelola wisata menjadi modal penting untuk menghadapi puncak wisatawan pada momentum libur nataru.
Menurut dia, masa libur hari besar nasional menjadi momentum yang cukup dinanti bagi pengelola destinasi wisata. Dia juga mengajak pengelola tidak melewatkan peluang strategis untuk mendorong sektor pariwisata daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Libur Natal dan tahun baru memang perlu dimanfaatkan betul. Laporan dari teman-teman juga sudah siap ketika terjadi lonjakan pengunjung," katanya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita