Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fakta Banjir Bandang Guci Tegal yang Lenyapkan Kolam Pemandian Air Panas

Magang Radar Jogja • Senin, 22 Desember 2025 | 22:19 WIB

Banjir Bandang Guci Tegal
Banjir Bandang Guci Tegal
Banjir bandang menerjang kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Sabtu (20/12/2025) sore.

Luapan arus sungai yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama membuat destinasi wisata yang selama ini menjadi andalan para pelancong tersebut mengalami kerusakan signifikan.

Salah satu dampak paling mencolok adalah hilangnya kolam pemandian air panas Pancuran 13 yang menjadi ikon utama Guci.

Arus deras membawa material lumpur, pasir, dan batu yang menutup area kolam dan fasilitas lain sehingga kolam tersebut tergerus dan tidak lagi bisa digunakan.

Wilayah wisata Guci yang terletak di lereng Gunung Slamet memang terkenal dengan kolam pemandian air panas alaminya, yang sejak lama menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Air panas di Guci selain menawarkan relaksasi, juga dikenal kaya mineral alami yang dipercaya bermanfaat bagi kulit dan tubuh.

Namun hujan deras yang terus mengguyur wilayah hulu sejak siang hari menyebabkan aliran Sungai Gung meluap secara tiba-tiba, sehingga arus yang kuat menghantam kawasan objek wisata.

Arus besar itu tidak hanya menghancurkan kolam Pancuran 13, tetapi juga merusak fasilitas lain seperti kolam Pancuran 5 yang tertimpa pohon roboh dan jalur pipa air panas yang tersapu arus.

Material banjir berupa lumpur dan batu menumpuk di beberapa kolam pemandian air panas alami, menutup akses serta membuat kawasan beberapa titik wisata tidak dapat dikunjungi sementara waktu.

Untuk alasan keselamatan, pengelola menutup sementara kawasan wisata Guci agar pengunjung tidak terancam bahaya akibat kondisi yang belum sepenuhnya stabil.

Meski kerusakan fasilitas cukup parah, hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang di kawasan Guci.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa hingga malam kejadian belum ada informasi adanya pengunjung atau warga yang mengalami cedera atau kehilangan nyawa.

Pasca-banjir, tim gabungan BPBD Kabupaten Tegal bersama unsur TNI-Polri, PMI, dan warga setempat mulai membersihkan kawasan dari material bekas banjir.

Pembersihan dilakukan di titik-titik yang terdampak, terutama di area kolam pemandian yang tertimbun lumpur dan bebatuan.

Upaya perbaikan fasilitas wisata Guci ditargetkan dapat diselesaikan dalam jangka pendek, dengan pemeritah daerah menetapkan target perbaikan dalam tempo tujuh hari setelah bencana.

Meski demikian, pembukaan destinasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan pengunjung.

Banjir bandang yang melanda Guci bukan hanya membawa dampak bagi fasilitas wisata, tetapi juga memengaruhi pendapatan dari sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Selama ini, objek wisata pemandian air panas ini menyumbang pemasukan signifikan bagi daerah dan menjadi magnet wisatawan, terutama selama libur akhir tahun.

Fenomena banjir bandang seperti yang terjadi di Guci juga mengingatkan tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di kawasan yang terletak di daerah pegunungan dan berhawa dingin.

Pengunjung maupun pengelola wisata diimbau untuk selalu sadar terhadap kondisi alam yang bisa berubah dengan cepat, serta melakukan langkah-langkah mitigasi bencana yang tepat demi menjaga keselamatan bersama.

Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#pemandian air panas #banjir bandang Guci Tegal #tegal #banjir bandang #jawa tengah