MUNGKID — Polresta Magelang resmi menggelar Operasi Lilin Candi 2025 untuk mengamankan rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Termasuk arus mobilitas masyarakat serta aktivitas wisata di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. Operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar mengatakan, operasi ini difokuskan pada pengamanan ibadah Natal, perayaan malam Tahun Baru, serta peningkatan arus kunjungan wisata yang diperkirakan melonjak selama masa libur sekolah dan libur akhir tahun.
"Sekaligus mengamankan pergerakan masyarakat selama libur Nataru serta objek-objek wisata," kata Herbin usai memimpin apel di Candi Borobudur, Jumat (19/12).
Momentum libur Nataru tahun ini bertepatan dengan dimulainya libur sekolah. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata, terutama Candi Borobudur yang merupakan kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).
Mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas menuju kawasan Borobudur, Polresta Magelang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Herbin menjelaskan, rekayasa baru akan diterapkan apabila terjadi lonjakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Ketika arus masih normal, pengaturan lalu lintas tetap seperti biasa. "Namun, apabila terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas akan segera kami berlakukan sesuai kondisi di lapangan," terangnya.
Herbin menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada seluruh gereja yang melaksanakan ibadah Natal di wilayah Magelang. Setiap gereja akan dijaga oleh dua hingga lima personel, disesuaikan dengan jumlah jemaat dan tingkat kerawanan masing-masing lokasi.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap, pelaksanaan libur Nataru di wilayahnya dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Kami berharap libur Nataru ini bisa berjalan aman dan nyaman, baik bagi masyarakat Kabupaten Magelang maupun para wisatawan yang berkunjung," paparnya.
Terkait kesiapan destinasi wisata, Grengseng menyebut, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan Polri dan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi penumpukan pengunjung di sejumlah titik wisata.
"Kami sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan keramaian. Penanganannya nanti dilakukan secara sinergis bersama Polri," terangnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo