MUNGKID — Satlantas Polresta Magelang mulai mematangkan strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan pemetaan kepolisian, puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha mengutarakan, puncak arus mudik pertama diprediksi terjadi pada 20 Desember, seiring dimulainya masa libur sekolah dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Setelah itu, lonjakan arus kendaraan kembali diperkirakan terjadi menjelang pergantian tahun.
"Sementara untuk arus balik, puncaknya kami perkirakan terjadi pada 3 dan 4 Januari," kata Nyi Ayu di Candi Borobudur, Jumat (19/12).
Baca Juga: Libur Nataru Sebentar Lagi, Ini Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Kamu Kunjungi
Dalam menghadapi lonjakan kendaraan tersebut, Satlantas Polresta Magelang telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot di wilayah Kabupaten Magelang. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama berada di ruas Sambung–Payaman, tepatnya di sekitar SPBU Payaman yang selama ini dikenal sebagai titik bottleneck.
Namun demikian, Nyi Ayu menyebut, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut kini relatif lebih terkendali dibandingkan sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari pembatasan kendaraan sumbu tiga yang tidak lagi diperbolehkan melintas di jalur Kalijambe, sehingga beban arus lalu lintas di Payaman berkurang signifikan.
Kepolisian juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan arus dari arah Semarang. Kendaraan akan dialihkan melalui jalur Menowo, namun penerapannya tetap situasional melihat kondisi di lapangan.
Baca Juga: LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian NRB Lewat Sinergi Pusat dan Daerah
Selain Payaman, simpang Artos di kawasan Mertoyudan juga masuk dalam daftar titik rawan kemacetan. Satlantas Polresta Magelang telah berkoordinasi dengan Polres Magelang Kota serta dinas perhubungan (dishub) kabupaten dan kota untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.
"Kami sudah rapat dan menyiapkan langkah antisipasi. Personel commander briefing juga akan bertindak di simpang Artos jika terjadi kepadatan," ujarnya.
Titik lain yang mendapat perhatian khusus berada di wilayah Muntilan, terutama di sekitar pasar sayur yang ramai pada jam-jam tertentu. Selain itu, kawasan wisata Borobudur juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan pada jam-jam padat, khususnya pada pukul 14.00 hingga menjelang Magrib selama masa libur tahun baru.
Sementara itu, dari sisi keselamatan, Satlantas Polresta Magelang juga memetakan sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data tiga bulan terakhir, kawasan Mertoyudan, khususnya dari U-turn Dolok hingga area Seminari, masih menjadi salah satu lokasi dengan potensi kecelakaan cukup tinggi.
"Di jalur Salam–Muntilan, tepatnya ruas Jomoyo–Gulon juga termasuk rawan kecelakaan," kata Nyi Ayu.
Menurutnya, karakter jalan yang lurus panjang serta banyaknya titik U-turn menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Selain itu, kelalaian pengguna jalan, terutama saat menyeberang di sekitar U-turn, turut meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, kepolisian telah melakukan sejumlah upaya preventif. Di antaranya pemasangan rambu peringatan dan mata kucing di turunan Krincing, perempatan Secang, yang dikenal sebagai salah satu jalur menurun dengan risiko kecelakaan cukup tinggi.
"Rambu dan mata kucing sudah kami pasang cukup panjang dari arah Semarang menuju turunan Krincing. Sejauh ini cukup efektif untuk mengingatkan pengendara," paparnya.
Menghadapi potensi kepadatan di kawasan wisata, seperti Borobudur dan Ketep Pass, Satlantas Polresta Magelang juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan strong point. Di Ketep Pass, kepolisian telah berkoordinasi dengan pengelola wisata terkait pengaturan parkir dan antisipasi kemacetan, termasuk menyiapkan jalur alternatif.
"Karena karakter jalannya menanjak, kami juga bekerja sama dengan kelompok sadar wisata dan relawan pengganjal kendaraan. Tim ini disiagakan di Salaman, Manglong, hingga Ketep Pass," jelas Nyi Ayu.
Dia menambahkan, jalur alternatif seperti Pakis–Kaponan dan Selo–Boyolali juga memiliki potensi kerawanan karena minim pencahayaan, kondisi jalan berkelok, serta potensi longsor di beberapa titik. Untuk itu, kepolisian berkoordinasi dengan BPBD agar tim siaga ditempatkan di sekitar kawasan Ketep Pass.
Baca Juga: Bus Wisata Dilarang Parkir di Zona Inti Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Kantong Parkir Tambahan
Dalam kesempatan tersebut, Nyi Ayu juga mengimbau masyarakat yang akan melintas atau berlibur di wilayah Magelang selama Nataru agar mempersiapkan diri dengan baik.
"Pastikan kondisi fisik prima, kendaraan dicek sebelum berangkat, dan jangan memaksakan diri jika lelah. Kami menyediakan pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) untuk membantu masyarakat," katanya.
Di posyan dan pospam, masyarakat tidak hanya bisa beristirahat, tetapi juga memanfaatkan berbagai layanan kepolisian, seperti layanan kesehatan, laporan kehilangan, hingga perpanjangan STNK.
Adapun pos pengamanan dan pelayanan yang disiapkan Polresta Magelang selama libur Nataru tersebar di sejumlah titik strategis. Yakni posyan Mertoyudan di depan Hotel Artos, pospam Borobudur di depan pintu Kampung Seni, pospam Muntilan di SP 3 Tambakan Bawah, pospaam Terpadu di Taman Anggrek Mendut, serta sub pospam di depan Ketep Pass.
Dengan kesiapan personel, pemetaan titik rawan, dan koordinasi lintas instansi, Nyi Ayu berharap, arus lalu lintas selama libur Nataru dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (aya)
Editor : Heru Pratomo