Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akhir Tahun yang Sibuk, Pemkab Magelang Tingkatkan Kesiapsiagaan saat Aktivitas Nataru

Naila Nihayah • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:05 WIB

 

Rapat koordinasi terpadu di Pendopo drh Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (16/12).   
Rapat koordinasi terpadu di Pendopo drh Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (16/12).  
 

MUNGKID — Pemkab Magelang mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Lonjakan aktivitas ibadah, pariwisata, hingga pergerakan ekonomi yang rutin terjadi setiap akhir tahun dinilai perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan lintas sektor agar situasi daerah tetap aman dan terkendali.

Wakil Bupati Magelang Sahid menegaskan, periode Nataru kerap menjadi fase krusial bagi pemerintah daerah. Selain meningkatnya arus lalu lintas dan kunjungan wisata, potensi gangguan keamanan, kecelakaan, hingga bencana akibat cuaca ekstrem juga cenderung meningkat.

Sebab kata dia, setiap Nataru selalu diikuti lonjakan aktivitas masyarakat. Menurutnya, hal itu tidak hanya soal ibadah dan liburan, tapi juga pergerakan ekonomi yang besar.

"Karena itu, kesiapsiagaan harus diperkuat agar wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif," katanya, Selasa (16/12).

Dia menyebut, tantangan yang perlu diantisipasi mencakup kepadatan di jalur-jalur utama, risiko kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban umum, hingga potensi kerawanan bencana hidrometeorologi.

Di sisi lain, pemkab juga dituntut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok agar daya beli masyarakat tidak terganggu selama libur panjang.

Sahid menekankan peran pemerintah daerah sebagai penghubung dan koordinator lintas sektor. Sinergi antara forkopimda, OPD, aparat keamanan, hingga unsur masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian situasi selama Nataru.

Satu langkah yang disiapkan adalah pengaktifan posko terpadu dengan sistem komunikasi dan pelaporan yang cepat serta responsif terhadap kondisi di lapangan.

Sejumlah langkah konkret mulai disiapkan. Antara lain pengamanan rumah ibadah dan fasilitas publik, patroli terpadu di kawasan rawan, rekayasa lalu lintas pada titik-titik yang berpotensi macet, serta pengawasan terhadap sarana transportasi umum.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiagakan posko bencana, memantau stok dan harga kebutuhan pokok, serta memastikan layanan kesehatan dan pelayanan publik tetap berjalan selama masa libur.

Dia menyebut, arahan pemerintah pusat menekankan antisipasi terhadap meningkatnya permintaan pangan, arus wisata dan transportasi, serta potensi bencana akibat cuaca ekstrem. "Semua itu perlu diterjemahkan dalam langkah konkret di daerah," bebernya.

Dari sisi teknis, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nanda Cahyadi Pribadi menyoroti sejumlah aspek yang membutuhkan perhatian khusus. Satu di antaranya adalah pengendalian harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta barang penting agar tidak terjadi gejolak di pasar.

Selain itu, pengamanan di titik-titik strategis seperti rumah ibadah, simpul transportasi, dan destinasi wisata menjadi fokus utama. Sinergi forkopimda juga dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum serta risiko bencana.

Nanda menambahkan, pemantauan situasi lapangan secara berkala dan komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama perlu diperkuat. Langkah ini dinilai efektif untuk mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #pemkab #nataru #wakil bupati #Sahid