KEBUMEN - Guru di SMAN 1 Kebumen memanfaatkan sisa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang untuk dijadikan pakan ternak. Seolah tak ingin mubazir, sejumlah guru tak canggung mengumpulkan bekas makanan siswa untuk diolah agar lebih memberi nilai manfaat.
Seperti dilakukan Slamet Riyadi, guru olahraga SMAN 1 Kebumen ini hampir setiap hari mengumpulkan 1.081 porsi sisa menu MBG yang disajikan kepada siswa.
Dengan telaten dia membuka satu persatu ompreng berisi bekas santapan menu MBG siswa. Setelah terkumpul sisa makanan tersebut dia bawa pulang untuk pakan ternak.
"Tidak mesti dapatnya. Sehari bisa dua plastik nasi bekas," jelasya, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (16/12).
Slamet mengatakan, sisa menu MBG yang tidak habis dikonsumsi siswa biasanya kebanyakan nasi, sayur, dan lauk tertentu. Menu tersebut terlebih dahulu dipilah sebelum dimanfaatkan sebagai pakan ternak. "Nasinya dikeringkan dulu, baru campur dedak buat pakan mentok," jelas guru asal Desa Waluyo, Kecamatan Buluspesantren itu.
Dia mengaku, selama program MBG berlangsung dirinya tidak begitu boros pengeluaran untuk membeli kebutuhan pakan ternak. Sisa menu MBG sejauh ini dinilai cukup membantu untuk mencukupi pakan ternak.
"Di rumah ada 30 mentok. Sebelum ada MBG, pakan pakai nasi aking. Harganya mahal, bisa Rp 4.500 per kilogram," ucap Slamet.
Hal senada disampaikan guru lain, Ikhwanudin. Dia menegaskan pemanfaatan sisa menu MBG dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah organik. Di satu sisi apa yang dilakukan guru juga bagian dalam mendukung prinsip ramah lingkungan.
"Kalau saya khusus ambil lauk, makanan masih layak konsumsi. Belum dimakan, itu saya bagikan ke warga," terangnya.
Lebih lanjut, selain mengurangi jumlah sampah makanan yang terbuang sia-sia, kegiatan ini juga memberikan nilai ekonomi dan sosial, terutama bagi guru pemilik ternak.
"Misal buah kelengkeng atau ayam yang tidak dimakan. Saya ambil. Terkadang kan ada yang puasa," sambungnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo