Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

FGD Buka Ruang Kolaborasi Generasi Muda, Pemkot Magelang Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Pembangunan

Naila Nihayah • Selasa, 16 Desember 2025 | 15:05 WIB

 

PAPARAN: Wali Kota Magelang saat membuka ruang FGD dengan pegiat ekonomi kreatif Senin (15/12).
PAPARAN: Wali Kota Magelang saat membuka ruang FGD dengan pegiat ekonomi kreatif Senin (15/12).

MAGELANG - Pemkot Magelang mulai membuka ruang dialog yang lebih luas bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat langsung dalam arah pembangunan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui forum group discussion (FGD) bertajuk 'Ruang Kolaboratif untuk Generasi Aktif dan Kreatif' yang digelar di Aula Sanden Sport Center, Senin (15/12).

Forum ini mempertemukan pemerintah daerah dengan pegiat ekonomi kreatif lintas sektor untuk membahas potensi, tantangan, sekaligus peluang pengembangan ekonomi kreatif di Kota Magelang. Diskusinya berfokus pada bagaimana kreativitas generasi muda dapat diintegrasikan ke dalam strategi pembangunan kota.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan Z-Hub. Sebuah ruang dialog dan kolaborasi yang dirancang untuk memperkuat peran generasi muda dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Menurut Damar, pola pembangunan Kota Magelang saat ini mengacu pada pendekatan heksahelix yang melibatkan enam unsur utama. Yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media massa, masyarakat, dan aspek hukum. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting agar kebijakan yang lahir tidak bersifat sepihak.

 Baca Juga: Ditantang Gubernur Sultan HB X untuk Atasi Parkir Liar, Dishub Kota Jogja: Kami Butuh Infrastuktur Parkir

"Tantangan ekonomi hari ini tidak lagi bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi pada penguasaan pola pikir, kreativitas, dan kemampuan membangun inovasi," ujarnya.

Dia menilai, ekonomi modern bergerak pada kekuatan ide, narasi, dan persepsi. Tanpa kemampuan menciptakan dan mengelola gagasan, masyarakat berisiko hanya menjadi konsumen, bukan pelaku utama pembangunan.

Damar menyebut, Kota Magelang memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup beragam, mulai dari kuliner, fesyen, konten kreatif, pariwisata, hingga penyelenggaraan berbagai event. Namun potensi tersebut, menurutnya, harus dibaca secara jeli dan dikembangkan secara linier dengan kualitas sumber daya manusia.

 Baca Juga: Meski Sudah Pulih dari Cedera, Donny Warmerdam Belum Siap Debut Bersama PSIM Jogja

SDM yang tidak memadai, lanjut dia, hanya akan berhenti pada kritik tanpa data dan dasar. "Yang dibutuhkan adalah kapasitas untuk mengolah potensi menjadi nilai tambah," tegasnya.

Dia mencontohkan, sektor kuliner lokal yang selama ini masih sebatas jajanan, namun berpeluang naik kelas menjadi identitas kota jika dikelola dengan konsep, cerita, dan kemasan yang kuat. Pada sektor fesyen, dia mendorong kolaborasi antara desainer muda, pelaku usaha, dan agenda event kota agar tercipta keberlanjutan.

 

Sementara itu, generasi muda juga didorong untuk berperan sebagai pencipta konten kreatif yang tidak hanya berorientasi hiburan. Tetapi mampu membentuk persepsi publik dan mendukung promosi pariwisata serta aktivitas kota.

"Dalam pariwisata, yang dijual bukan sekadar lokasi, tapi pengalaman dan cerita. Pemerintah menyiapkan jalannya, komunitaslah yang berjalan," ujarnya.

 Baca Juga: Sediakan Berbagai Kanal Informasi, Pemprov Jateng Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Magelang Kurry Yusuf menilai, dukungan pemerintah menjadi faktor penting agar pelaku kreatif tidak berjalan sendiri. Dia berharap, FGD tidak berhenti pada tataran diskusi dan dokumentasi.

"Melainkan ditindaklanjuti dengan program konkret dan kebijakan yang berdampak langsung bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Magelang," lontarnya.

Senada, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, forum tersebut menjadi sarana penting untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan riil komunitas ekonomi kreatif. 

"Aspirasi yang muncul dalam FGD ini bisa menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan sesuai dengan kondisi di lapangan," ujarnya. (aya)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ekonomi kreatif #Pemkot Magelang #generasi muda #Forum Group Discussions (FGD) #ruang dialog #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono