MUNGKID - Pemkab meluncurkan Magelang Gress Sale 2025, Jumat (12/12). Gelaran itu menjadi program besar yang menggabungkan sektor wisata, belanja, dan kuliner dalam satu rangkaian acara yang digelar sepanjang akhir tahun. Agenda ini menjadi satu upaya pemkab dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi lokal menjelang tahun baru.
Wakil Bupati Magelang Sahid menyebut, kegiatan ini mengusung tagline 'Pesona Wisata, Belanja, dan Kuliner'. Yang mana menegaskan bahwa gelaran ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Baca Juga: 3.551 PPPK Paruh Waktu di Kebumen Resmi Dilantik, Masa Kerja Bakal Diperpanjang Setiap Tahun
Menurutnya, kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi harmonis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. "Semua pihak bekerja keras mewujudkan acara yang luar biasa ini," ujar Sahid di Artos Mall.
Sahid mengatakan, Magelang memiliki modal besar sebagai daerah tujuan wisata. Mulai dari Candi Borobudur sebagai ikon peradaban dunia, lanskap pegunungan yang mempesona, ragam agrowisata, hingga industri ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Seluruh kekuatan ini, katanya, perlu dikemas agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Sehingga Magelang Gress Sale 2025 hadir sebagai jembatan yang menghubungkan semua potensi itu.
"Ini bukan sekadar ajang diskon atau cuci gudang akhir tahun, tetapi selebrasi komprehensif yang dilakukan secara terpadu untuk meningkatkan minat belanja masyarakat sekaligus mempromosikan produk pelaku usaha," jelasnya.
Baca Juga: Suhu Panas Terjadi di Yogyakarta Beberapa Hari Terakhir, BMKG: Pengaruh Siklon 91S dan 93S
Agenda Magelang Gress Sale 2025 berfokus pada tiga sektor utama yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Pertama, pesona wisata. Pemkab mengundang wisatawan menjelajahi berbagai destinasi unggulan, mulai dari situs sejarah, desa wisata, hingga zona-zona wisata alam yang menawarkan pengalaman autentik.
Kedua, belanja. Berbagai produk unggulan UMKM, kerajinan lokal, serta oleh-oleh khas Magelang dipromosikan secara besar-besaran untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal dan memperluas rantai pasok.
Terakhir, kuliner. Beragam sajian kuliner disiapkan untuk menarik pengunjung, mulai dari makanan tradisional legendaris hingga produk kuliner modern berbasis inovasi.
Melalui acara ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah. Lonjakan kunjungan wisatawan, peningkatan minat berbelanja, hingga bertambahnya omzet pelaku usaha menjadi indikator penting yang ingin dicapai.
Baca Juga: Suhu Panas Terjadi di Yogyakarta Beberapa Hari Terakhir, BMKG: Pengaruh Siklon 91S dan 93S
Magelang Gress Sale 2025 diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. "Lalu mempromosikan produk pelaku usaha, dan memberi pilihan wisata belanja bagi pengunjung dari luar daerah," kata Sahid.
Dia juga mengimbau pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini sebagai panggung untuk menunjukkan kualitas produk mereka. Kepada masyarakat, Sahid mengajak agar berbelanja dengan bijak di event tersebut.
"Ini harus menjadi motor penggerak yang menstimulasi optimisme dan semangat kebangkitan ekonomi," pungkasnya. (aya)
Editor : Sevtia Eka Novarita