KEBUMEN - Sebanyak 137 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kebumen tengah proses pembangunan. Ditargetkan pada Januari 2026, ada 55 titik koperasi akan selesai dibangun.
Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono menjelaskan, dalam penyiapan bakal lokasi gerai koperasi kerap menemui berbagai kendala. Seperti keterbatasan lahan milik desa yang akan digunakan untuk gerai koperasi.
Lalu, terdapat aset desa yang berada di kawasan lahan hijau. "Ada desa punya lahan, tapi letaknya kurang strategis. Itu yang perlu disikapi," ucapnya saat bertemu awak media Jumat (12/12).
Kini, para prajurit TNI yang bertugas di tingkat desa proaktif mengawal program tersebut agar dapat berjalan sesuai target. Keterlibatan TNI dalam program KDMP bertujuan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan koperasi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Kodim melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) bergotong royong bersama masyarakat dan pemerintah desa agar tahapan pembangunan KDMP dapat sesuai tenggat waktu yang ditentukan. "KDMP ini program skala prioritas, tugas kami membantu percepatan pembangunan gerai koperasi," katanya.
Dandim mengatakan, seluruh desa dan kelurahan di Kebumen secara administratif telah memenuhi syarat pembentukan KDMP. Sejalan dengan itu kemudian ditindaklanjuti adanya pembangunan fisik berupa gerai koperasi.
Dalam hal ini Kodim 0709/Kebumen ikut mengawal percepatan pembangunan KDMP. "PT Agrinas yang ditugasi terkait KDMP menggandeng TNI. Sistemnya karya bakti padat karya," ucapnya.
Terpisah, Kepala Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah Sutono mengatakan, program KDMP di desanya masih dalam proses pembangunan. Rencananya koperasi tersebut akan menyisir sektor bisnis yang bergerak di bidang perikanan dan perkebunan maupun sektor lain.
Dia menaruh harapan, KDMP ini menjadi lokomotif baru penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. "Tentu kami dukung. Harapannya bisa berkesinambungan semua. Saling menguntungkan," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita