MUNGKID - PT TWC bersama PT PLN Icon Plus menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan solar panel system di Museum & Kampung Seni Borobudur. Ini menjadi satu upaya menghadirkan kawasan wisata yang ramah lingkungan di Borobudur karena digadang-gadang dapat menghemat energi hingga 30 persen.
Kerja sama ini menjadi proyek pertama dan percontohan energi bersih di destinasi wisata yang dikelola InJourney Destination Management (IDM). Program tersebut sekaligus menandai komitmen Borobudur dalam mendukung agenda nasional dekarbonisasi dan Net Zero Emission.
Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati menyebut, kerja sama ini menjadi pondasi menuju penerapan green tourism dan keberlanjutan yang berdampak bagi lingkungan. Sebab penggunaan solar panel akan memberi dua manfaat utama. Yakni efisiensi biaya operasional dan pengurangan emisi karbon.
Menurutnya, sistem tenaga surya yang akan dipasang di kampung seni ditargetkan mampu menekan pemakaian listrik hingga 30 persen. Tingkat efisiensi itu disesuaikan dengan pola kebutuhan harian yang selama ini masih sepenuhnya menggunakan listrik dari PLN.
Solar panel ini, kata dia, memanfaatkan matahari sebagai sumber energi. "Penghematan dan penurunan emisi menjadi alasan utama kami mendukung penuh program ini," jelasnya Jumat (12/12).
TWC memperkirakan sekitar 80 persen titik area kampung seni dapat ter-cover sistem panel surya dalam fase awal. Selain itu, seluruh jaringan listrik di kawasan tersebut telah menggunakan kabel bawah tanah (underground cable), sehingga estetika kawasan tetap terjaga dan bebas dari 'polusi visual' kabel udara.
Kerja sama ini, lanjut dia, tidak hanya berhenti pada instalasi di Borobudur. Indung menegaskan, pemasangan solar panel akan menjadi role model dan ditargetkan diterapkan di destinasi lain yang berada di bawah pengelolaan InJourney.
Indung menyebut, nantinya akan ada pembahasan detail terkait mekanisme kerja sama dan model proyek. "Setelah itu, baru didorong untuk direplikasi ke destinasi lain," katanya.
Sementara itu, Direktur Niaga & Pemasaran PLN Icon Plus Joice Lanny Wantania menuturkan, kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi untuk menghadirkan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan heritage kelas dunia.
Dia menambahkan, kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan energi bersih. Tetapi juga efisiensi listrik dan pemenuhan prinsip ESG (environmental, social, and governance). "Serta dukungan nyata terhadap komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission," ujar Joice.
Dia mengungkapkan, meski teknologi solar panel sudah banyak digunakan secara luas, pemasangan di kawasan wisata berskala internasional seperti Borobudur menjadikan proyek ini yang pertama dan paling strategis.
Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho menegaskan, pengembangan energi hijau ini merupakan bagian dari visi kawasan Borobudur yang lebih luas. Mencakup seluruh zona 1-5.
Dia menjelaskan, pada 2026 TWB mengusung tagline 'Berdaya: Dari Langkah Tumbuh Karya, Dari Karya Tercipta Makna', yang ingin diwujudkan melalui program-program konkret. Termasuk kolaborasi energi bersih. "Karya ini dan makna ini kami berikan untuk kawasan. Borobudur harus tumbuh bersama, tidak hanya zonanya tetapi seluruh ekosistemnya," ujar Mardijono. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita