KEBUMEN - Sembilan kepala keluarga (KK) di Desa Gunungsari, Kecamatan Karanggayam terdampak tanah bergerak. Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran warga yang berada di RT 08, RW 01 Padukuhan Silampeng.
Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan, awal tanah bergerak terjadi secara tiba-tiba pada Sabtu (6/12) petang. Ketika itu hujan deras melanda wilayah setempat. Tak berselang lama tanah di area permukiman bergerak.
"Pergerakan tanah mencapai kurang lebih satu meter," jelas Heri, Kamis (11/12) kepada Radar Jogja.
Saat ini, kata Heri, tim BPBD bersama lintas sektor telah datang ke lokasi untuk asesmen. Upaya mitigasi dilakukan guna mengurangi risiko bencana. Tidak ada korban dalam peristiwa tanah bergerak tersebut.
Kendati begitu warga diimbau untuk tetap waspada. "Ada sembilan kepala keluarga terdampak. Satu fasilitas pendidikan ikut kena," lanjutnya.
Heri mengatakan, penanganan secara teknis di lokasi tanah bergerak belum dapat dilakukan sepenuhnya. Tim BPBD sejauh ini telah menginventarisasi kebutuhan mendesak.
Meliputi keperluan logistik, pendataan lanjutan, pengecekan kontur tanah hingga penanaman rumput vetiver sebagai penguat lereng.
Lebih lanjut, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna mencegah pergerakan tanah susulan. Tim gabungan bersama warga juga fokus terhadap pemulihan kondisi lingkungan terdampak.
"Kami beri imbauan waspada ke warga karena hujan lebat masih berpotensi terjadi," ucap Heri. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo