KEBUMEN - Polisi telah meringkus mengamankan Achmad Sapari, 38, terduga pelaku peganiayaan yang mengakibatkan tiga orang terluka. Pelaku diringkus di Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan sekitar pukul 14.30, Selasa (9/12).
Pria yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa ini diamankan kurang dari 1x24 jam setelah pelarian. Sebelumnya, pelaku diburu polisi setelah melarikan diri selepas menganiaya tiga orang.
Polisi bersama lintas sektor menyisir beberapa titik lokasi, termasuk area hutan yang diduga menjadi tempat pelarian. "Tim sudah kami sebar. Alhamdulillah, terduga pelaku sudah diamankan," jelas Kapolsek Pejagoan AKP Parnoto kepada Radar Jogja.
Pelaku tak berkutik ketika diringkus petugas. Tak ada raut penyesalan yang terlihat dari muka pelaku. Dia bahkan kerap tersenyum saat ditangkap petugas. "Semua sudah kondusif. Kami sampaikan terima kasih ke seluruh elemen yang ikut bantu pencarian," terangnya.
Parnoto menyampaikan, pelaku terlebih dulu diamankan di Polsek Pejagoan, sebelum akhirnya diserahkan ke RSUD Prembun. Di rumah sakit itu pelaku menjalani serangkaian pemeriksaan medis, utamanya terkait jiwa.
Warga pun diminta tetap tenang pasca pelaku berhasil diamankan. "Silakan beraktivitas seperti biasa. Bersamaan dengan itu kami rutin patroli," ungkapnya.
Sebelumnya, dua warga Desa Pakuran Kecamatan Sruweng dan satu warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan menjadi korban pembacokan pada Selasa (9/12) dini hari. Ketiga korban telah menjalani perawatan intensif akibat luka sabetan senjata tajam. Belum diketahui pasti motif pelaku melakukan aksi tersebut.
Perangkat Desa Karangpoh Nasihudin mengatakan, ditangkapnya pelaku penganiayaan setidaknya memberi rasa aman bagi masyarakat. Di mana sebelumnya masyarakat begitu resah karena pelaku masih berkeliaran bebas.
Dia berharap kejadian serupa tidak terulang karena membawa trauma tersendiri bagi warga. "Kabar baik, sebelumnya warga itu takut. Video penangkapan sudah dikirim di grup WA. Senang semua," ucapnya. (fid/laz)