Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Daya Dukung Tanah Sudah Tak Mendukung Relokasi Jadi Pilihan Terakhir Solusi Tanah Gerak di Desa Sampang

Muhammad Hafied • Sabtu, 6 Desember 2025 | 06:45 WIB
Tim PVMBG paparan di hadapan Bupati Kebumen terkait hasil kajian tanah gerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)
Tim PVMBG paparan di hadapan Bupati Kebumen terkait hasil kajian tanah gerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)

 

KEBUMEN - Relokasi akan mungkin dilakukan terhadap warga Desa Sampang, Kecamatan Sempor yang terdampak aktivitas tanah bergerak. Langkah tersebut sebagai jalan terakhir karena pergerakan tanah sampai sekarang masih terus berlangsung.

Saat ini tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menyelesaikan kajian terkait tanah gerak di Desa Sampang. Hasilnya, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi.

Di antaranya agar warga direlokasi ke tempat aman. Khususnya bagi warga yang rumahnya rusak berat dan berada di area hunian zona tanah bergerak.

"Daya dukung tanah di lokasi ini sudah tidak bisa mendukung infrastruktur" jelas Ketua Tim PVMBG Oktory Prambada saat bertemu Bupati Kebumen, Jumat (5/12).

Oktory mengatakan, hasil kajian secara komprehensif terkait tanah gerak Desa Sampang telah disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Berdasar hasil kajian PVMBG, relokasi warga tidak bisa dihindarkan karena daya dukung tanah gerak sudah tidak lagi memadai.

PVMBG menilai, lokasi tanah gerak tidak dapat diakses untuk hunian maupun persawahan agar mengurangi laju pergerakan tanah. Namun begitu, tetap dapat dimanfaatkan untuk lahan penghijauan berupa tanaman keras penyerap air.

Tak hanya itu PVMBG juga menilai perlu dilakukan mitigasi infrastruktur dengan melancarkan saluran air atau alur sungai yang tersumbat. Hal ini penting dilakukan agar area gerakan tanah tidak semakin jenuh hingga memicu perluasan area tanah gerak.

Rekomendasi lain, tipe bangunan untuk area yang masih berisiko, disarankan menggunakan tipe rumah panggung karena lebih cocok dan tahan terhadap gerakan tanah tipe lambat. "Pergerakan tanah tipe lambat itu tidak menghancurkan tiba-tiba, tapi pelan-pelan," kata Oktory.

Tim PVMBG memperingatkan soal risiko terburuk. Yakni, pergerakan tanah yang awalnya lambat berpotensi berubah menjadi cepat, bahkan dapat menimbulkan aliran rombakan atau yang dikenal sebagai banjir bandang jika saluran air di lokasi tersumbat.

Hal ini yang perlu menjadi perhatian mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari 2026.

Secara ilmu geologi, wilayah yang terdampak tanah gerak merupakan area longsoran lama. Dulunya tersusun dari batuan dominan napal dan lempung. Lokasi ini juga berada di zona lembah yang secara alami merupakan jalur aliran air.

Oktory memaparkan, pergerakan tanah di Desa Sampang termasuk kategori rayapan tipe lambat dan tidak terjadi secara tiba-tiba. Berdasar hasil asesmen total area terdampak tanah bergrak diperkirakan mencapai luasan 70 hektare.

Kondisi ini mengakibatkan enam unit rumah warga rusak dan 65 rumah terancam akibat adanya aktivitas tanah gerak. Selain itu juga merusak dua jembatan dan memutus jalan poros desa.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, hasil rekomendasi dari PVMBG akan segera dibahas secara detail oleh pemkab bersama warga Desa Sampang.

Termasuk akan menentukan titik lokasi dan rencana relokasi yang tepat. Laporan dari PVMBG tersebut juga akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah dan BNPB sebagai dasar penentuan langkah strategis di tingkat lebih tinggi.

apresiasi dan terima kasih kepada Badan Geologi atas kajian mendalam yang telah dilakukan. Bupati menegaskan bahwa hasil rekomendasi ini akan menjadi dasar utama dalam menyusun rencana tata ruang dan penanganan selanjutnya.

"Kami meminta rekomendasi langkah selanjutnya, termasuk apakah lahan yang bergerak masih bisa dimanfaatkan," ujar Lilis. (fid)

 

Editor : Heru Pratomo
#Desa Sampang #bupati #kebumen #Lilis Nuryani #tanah bergerak #Relokasi #pvmbg