KEBUMEN - Petani cabai di wilayah pesisir selatan Kebumen bisa bernafas lega. Mereka senang karena pekan ini harga cabai terus merangkak naik. Bahkan, per hari ini harga tembus Rp 60 ribu per kilogram.
Salah satu petani cabai Paryanto, 41, menyampaikan, naiknya harga cabai memang sudah lama dinanti para petani.
Terlebih sebelumnya harga cabai tidak stabil. Dia memprediksi kenaikan harga ini akan tetap berlangsung hingga akhir tahun.
"Tiga hari ini naik terus. Tadi malam sudah Rp 60 ribu," jelasnya, kepada Radar Jogja, Rabu (3/12/2025).
Petani asal Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren itu mengatakan, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca ekstrem.
Kondisi ini membuat hasil panen kurang optimal, sehingga pasokan cabai berkurang. Ujungnya ketersediaan di pasaran langka yang membuat harga cabai naik.
Lebih lanjut, kenaikan harga cabai otomatis disambut gembira para petani. Kondisi ini sejalan dengan harapan untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.
"Saya pikir naiknya tinggi. Lima hari lalu masih dari Rp 47 ribu per kilogram," bebernya.
Paryanto mengungkapkan, di tengah harga cabai naik, sebagian petani juga sedang menghadapi ancaman penyakit yang menyerang tanaman cabai.
Kendati begitu, persoalan tersebut perlahan dapat tertangani dengan perawatan intensif.
"Kena virus pusarium sama antraknosa. Istilah Jawa kena pathek. Sekarang sedikit mulai berkurang," ucapnya.
Petani lain, Imam Nurdiyansyah, 39, bersyukur harga cabai per hari ini berpihak pada petani.
Namun begitu, pasokan barang sekarang mulai berkurang karena terdampak faktor cuaca.
Dia berharap kenaikan harga cabai dapat bertahan sampai akhir tahun mendatang.
"Secara harga lumayan. Bisa buat ganti pupuk sama perawatan. Tapi barangnya mulai langka," ungkapnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita