KEBUMEN - Fenomena tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini akibat adanya peningkatan aktivitas tanah bergerak, terlebih ketika wilayah setempat diguyur hujan.
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, berdasar hasil asesmen awal, peristiwa tanah bergerak ini melanda tiga padukuhan. Yakni, Padukuhan Semapir, Pinisihan, dan Pathok.
Jika diakumulasi, fenomena tanah bergerak berada di area luasan sekitar 89 hektare. "Posisi sekarang tanah terus bergerak. Diperkirakan masih akan bergerak," jelas Heri kepada Radar Jogja Minggu (30/11).
Heri menyebut, peristiwa tanah bergerak menimbulkan rekahan dengan lebar bervariasi pada kontur tanah di permukiman warga serta area persawahan. Akibatnya sebagian dinding rumah warga retak.
Tak hanya itu, fenomena tanah bergerak juga merusak jalan poros desa serta sebuah jembatan. "Diperkirakan ada 65 rumah terdampak. Kami masih petakan," ucapnya.
Kondisi tanah bergerak di Desa Sampang semakin parah setiap kali hujan tiba. Sejauh ini tim BPBD bersama pemerintah desa setempat telah melakukan pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak. "Sekarang akses jalan mulai terputus. Ada enam RT terdampak," bebernya.
Lebih lanjut, sampai sekarang meski kondisi tanah bergerak semakin parah belum ada pengungsian. Warga masih memilih untuk tetap bertahan di rumahnya. Aktivitas para warga masih berjalan normal seperti hari biasa. Kendati begitu, warga tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman tanah longsor.
BPBD, kata Heri, sampai sekarang terus bergerak untuk mitigasi bencana. Di satu sisi, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga melakukan kajian mendalam. Tujuannya untuk memastikan peyebab serta pemetaan risiko bencana terkait fenomena tanah bergerak. "Kami upaya ekstra. Semoga semua cepat tertangani," jelas Heri.
Sementara itu, Camat Sempor Marlan menyampaikan, beragam upaya terus dilakukan untuk penanganan tanah bergerak. Dia bersama lintas sektor juga terus intens berkoordinasi terkait kesiapan lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan guna antisipasi kejadian bencana yang lebih fatal. "Rencananya mau di evakuasi di lapangan, dan kantor kecamatan juga siap," katanya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita