Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan dan Jembatan Desa Sampang, Sempor, Kebumen Rusak Akibat Tanah Bergerak

Muhammad Hafied • Jumat, 28 November 2025 | 03:25 WIB
Tim BPBD Kebumen melaulan asesme lanjutan di lokasi tanah bergerak, tepatnya di Padukuhan Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
Tim BPBD Kebumen melaulan asesme lanjutan di lokasi tanah bergerak, tepatnya di Padukuhan Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

 

KEBUMEN - Desa Sampang, Kecamatan Sempor sedang dihadapkan dengan adanya fenomena tanah bergerak. Kondisi ini memaksa warga untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, aktivitas pergerakan tanah di Padukuhan Semampir, Desa Sampang mulai terjadi dalam dua pekan terakhir. Namun beberapa hari ini pergerakan tanah terus menunjukan peningkatan.

Dibuktikan dengan adanya tambahan retakan tanah dan amblesan kecil di beberapa titik lokasi.

"Ada perubahan struktur permukaan tanah. Munculnya secara bertahap," terangnya, kepada Radar Jogja, Kamis (27/11).

Berdasar hasil pantauan di lapangan, tim BPBD Kebumen menemukan perubahan pada kontur tanah secara signifikan. Tim asesmen mencatat terjadi perubahan elevasi serta pola pergeseran tanah di Desa Sampang.

Dampaknya, ruas jalan peghubung antardesa sepanjang sekitar 350 meter rusak parah. Saking kuatnya pergerakan tanah ini mengakibatkan konstruksi jalan rabat beton terkelupas.

Selain jalan, fenomena pergerakan tanah juga merusak sebuah jembatan sebagai akses vital warga. Jembatan utama bagi warga ini putus total akibat fondasinya amles. Data terakhir kerusakan juga terjadi di lima rumah warga.

"Menjadi perhatian serius kami. Dampaknya ke permukiman dan akses jalan," ungkapnya.

BPBD, kata Heri, terus mengimbau agar warga waspda terhadap pergerakan tanah yang masih mungkin terjadi. Terlebih prediksi curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Sampai sekarang petugas BPBD bersama pemerintah desa setempat masih memantau perkembangan terkait kondisi pergerakan tanah.

Saat ini, pemerintah daerah sedang merumuskan langkah terbaik agar dampak pergerakan tanah segera tertangani. Berbagai upaya terus dilakukan sebaga bentuk mitigasi bencana.

"BPBD tetap monitoring lanjutan. Kemarin tim provinsi juga datang untuk cek langsung lokasi," terangnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Sempor #kebumen #tanah bergerak #sampang #BPBD #heri