MAGELANG — Sejumlah warga di Kota Magelang yang rumahnya rusak akibat angin kencang beberapa waktu lalu, menerima bantuan perbaikan dari pemkot, Baznas, dan PMI. Penyerahan bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga terdampak pada Selasa (25/11).
Bantuan pertama diberikan kepada Sunariyah, warga Karang Lor, Rejowinangun Selatan, yang atap rumahnya jebol diterjang angin dua pekan lalu. Untuk memperbaiki kerusakan, Baznas dan PMI masing-masing menyalurkan bantuan uang tunai Rp 2,5 juta.
Kasus kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem juga dialami Miyati, warga Botton Kopen, Magelang Tengah. Pondasi rumahnya dinilai berisiko roboh sehingga memerlukan perbaikan segera. PMI menyerahkan 10 karung semen. Sementara Baznas menambah bantuan material senilai Rp 1 juta. Bantuan tersebut sementara disimpan di kantor kelurahan agar penyalurannya dapat menyesuaikan kebutuhan perbaikan.
Di lokasi berbeda, bantuan senilai Rp 3 juta juga disampaikan kepada Abdulah, warga Sanden, Kramat Selatan. BPBD Kota Magelang mencatat, seluruh bantuan yang dibagikan kali ini merupakan kontribusi masyarakat melalui Baznas dan PMI.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahbub Yani Arfian mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana kecil namun cukup mengganggu kenyamanan tempat tinggal mereka. "Kerusakan memang tidak besar, tapi tetap berisiko dan membutuhkan penanganan cepat," ujarnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, penanganan kerusakan akibat cuaca ekstrem harus dilakukan segera. Mengingat fenomena angin kencang beberapa minggu terakhir kerap terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan serupa di wilayah lain.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar warga yang terdampak cepat mendapatkan bantuan. Selain menyoroti penanganan bencana, Damar juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan kota yang rapi dan nyaman.
Menurutnya, kepedulian menjaga lingkungan serta semangat kerja bakti menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan kota. "Kalau ingin Kota Magelang tetap menarik dan hidup, lingkungannya harus terawat," ujarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo