MUNGKID - Satlantas Polresta Magelang mencatat 399 pelanggaran selama satu pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025. Penindakan terdiri dari 327 teguran dan 72 pelanggaran yang ditindak melalui sistem tilang elektronik (ETLE).
Operasi keselamatan berlalu lintas ini digelar sejak 17 November dan akan berlangsung hingga 30 November 2025.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satlantas Polresta Magelang Ipda Rosyid Budiyanto menyebut, selain penindakan, operasi ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Sepanjang sepekan pelaksanaan, terdapat enam kasus kecelakaan dengan tujuh korban luka ringan.
Tidak ada korban meninggal dunia, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 3,9 juta. "Selama sepekan Operasi Zebra berlangsung, tercatat enam kecelakaan lalu lintas. Korban seluruhnya mengalami luka ringan dan nihil korban jiwa," ujarnya, Senin (24/11).
Rosyid menegaskan, pendekatan preemtif tetap dikedepankan, yakni memberikan teguran kepada pelanggar untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Meski begitu, tindakan tegas tetap diberikan untuk pelanggaran yang terlihat jelas dan berpotensi membahayakan.
Penilangan diterapkan kepada pengendara yang tidak memakai helm, menggunakan knalpot brong, tidak membawa dokumen berkendara seperti STNK dan SIM, serta pelanggar arus lalu lintas.
"Untuk pengendara sepeda motor yang memasang knalpot brong, kami lakukan penilangan dan kami minta mengganti langsung di lokasi dengan knalpot standar," tegasnya.
Pada Operasi Zebra tahun ini, Satlantas Polresta Magelang juga melibatkan Jasa Raharja Perwakilan Kedu serta Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) atau Samsat Kabupaten Magelang.
Kolaborasi ini bertujuan mendukung edukasi dan penegakan aturan pajak kendaraan bermotor di lapangan.
Pengendara yang kedapatan belum membayar pajak kendaraan bermotor diarahkan langsung menuju petugas UPPD yang disiagakan di lokasi operasi. Plt Kasi Pajak Kendaraan Bermotor UPPD Kabupaten Magelang Silvi Yeni Pangestuti menyebut, keterlibatan mereka berdampak positif terhadap kepatuhan warga.
Operasi gabungan ini dinilai dapat meningkatkan kesadaran warga untuk membayar pajak kendaraan. "Kami melayani pembayaran di lokasi agar pemilik kendaraan bisa langsung memenuhi kewajibannya," tuturnya.
Silvi menambahkan, pajak kendaraan yang dibayarkan warga nantinya akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, kepatuhan wajib pajak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo