MAGELANG – Pemkot Magelang mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban tanah longsor di Dusun Situkung, Pandanarum, Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Bantuan diberangkatkan dari Pendopo Pengabdian, kompleks Pendopo Pengabdian, Jumat (21/11).
Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso yang turut hadir pun turut memberikan bantuan pribadi berupa dua karung beras hasil panen dari sawahnya, sebagai bentuk kepedulian tambahan kepada para pengungsi. "Selama masih ada warga di daerah lain yang sedang kesusahan, Kota Magelang akan terus hadir," ujar Sri Harso.
Pengiriman bantuan ini, kata dia, merupakan bentuk empati dan semangat gotong royong warganya. Menurut dia, ketika satu daerah tertimpa bencana, daerah lain harus turun tangan membantu tanpa diminta."Bantuan ini adalah tanda tresna, tanda kasih dan kepedulian dari warga Kota Magelang bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Banjarnegara," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahbub Yani Arfian menjelaskan, pihaknya mengirim berbagai kebutuhan pokok untuk membantu para pengungsi dan warga terdampak. Dari BPBD, bantuan berupa 70 paket bahan kebutuhan pokok, 50 lembar selimut, 5 paket perlengkapan keluarga, serta 20 paket berisi produk kebersihan pribadi.
Sementara itu, PMI Kota Magelang menyalurkan 360 paket produk kebersihan pribadi, 150 kilogram beras, lima dus mi instan, serta 576 popok bayi. Baznas Kota Magelang juga memberikan bantuan berupa kebutuhan pangan senilai Rp 1 juta.
Mahbub menambahkan, selain logistik, BPBD dan PMI juga mengirimkan tim relawan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di Banjarnegara. PMI mengirim empat relawan guna membantu dapur umum. "Lalu, BPBD menerjunkan tiga personel untuk mendukung pencarian dan penanganan di lokasi bencana," katanya usai melepas bantuan logistik.
Sebelumnya, pemkot juga mengirimkan bantuan ke Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap, yang beberapa waktu lalu dilanda longsor. Selain bantuan permakanan, dua lembaga itu mengirim enam relawan untuk membantu proses pencarian korban selama tiga hari.
"Kami bergerak tidak hanya untuk Banjarnegara. Ketika Cilacap mengalami musibah, kami juga ikut hadir. Ini wujud komitmen Kota Magelang untuk saling membantu antarwilayah," jelas Mahbub. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo