Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Tawuran Pelajar, 11 Warga Kabupaten Magelang Dapat Penghargaan dari Polresta

Naila Nihayah • Jumat, 21 November 2025 | 03:02 WIB

 

Kapolresta Magelang saat menyerahkan piagam penghargaan kepada warga, Kamis (20/11).
Kapolresta Magelang saat menyerahkan piagam penghargaan kepada warga, Kamis (20/11).

 

MUNGKID — Polresta Magelang memberikan penghargaan kepada sebelas warga yang dinilai berperan aktif dalam mencegah aksi tawuran pelajar di wilayah Kabupaten Magelang sepanjang 2025. Hal itu sebagai bentuk apresiasi sekaligus kolaborasi dengan warga untuk mencegah aksi tawuran.

Salah satu penerima penghargaan adalah Al Fatah, 54 warga Dusun Demangan, Muntilan. Dia menceritakan aksinya ketika berhasil menyelamatkan seorang pelajar dari potensi kekerasan dua bulan lalu.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Al Fatah yang sedang berada di depan rumahnya melihat segerombolan pelajar melintas dalam jumlah banyak. Merasa curiga, dia bertanya kepada mereka dan mendapati bahwa sedang terjadi tawuran.

Merasa harus bertindak, Al Fatah berlari ke area persawahan untuk mengecek keadaan, namun tidak menemukan apa pun. Ketika kembali ke bengkel miliknya, dia mendengar informasi bahwa seorang pelajar ditemukan di dekat lokasi.

Dia segera berlari ke lokasi dan mendapati seorang pelajar usia sekitar 17 tahun yang sedang dikejar. Al Fatah kemudian merangkul pelajar itu dan membawanya pulang ke rumah untuk diamankan. "Saya bilang, 'bagaimanapun, itu urusan saya'. Anak itu saya masukkan rumah, pintu saya kunci," tuturnya usai memberi penghargaan, Kamis (20/11).

Tidak lama kemudian, petugas kepolisian datang mengetuk pintu. Al Fatah pun menyerahkan pelajar tersebut ke aparat untuk diproses lebih lanjut. Menurutnya, pelajar itu sempat membuang benda tajam yang dibawanya sebelum ditemukan warga.

Saat menerima penghargaan dari Polresta Magelang, Al Fatah mengaku terkejut sekaligus bangga. "Saya nggak ngira. Saya hanya warga biasa. Tapi saya senang bisa membantu pihak yang berwajib," ungkapnya.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar mengapresiasi kepada warga yang telah ikut terlibat langsung mencegah aksi tawuran di wilayah hukumnya. "Tanpa warga, kami tidak bisa bekerja sendiri," ujarnya.

Mayoritas aksi tawuran yang terjadi melibatkan pelajar usia belasan tahun, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Fenomena ini dinilai mengkhawatirkan karena kerap melibatkan senjata tajam dan membahayakan keselamatan pelajar maupun warga sekitar.

Kali ini, Polresta Magelang memberikan penghargaan kepada sebelas warga yang berani turun tangan mencegah tawuran. Penghargaan itu diberikan atas aksi nyata para warga dalam beberapa kejadian tawuran yang terjadi sepanjang 2025.

Herbin berharap, penghargaan ini menjadi pemicu bagi warga lainnya untuk ikut menjaga lingkungan. Dia menegaskan bahwa kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan warga sangat penting untuk mencegah aksi tawuran pelajar.

Tawuran pelajar ini, kata dia, bukan hanya urusan polisi. Melainkan persoalan bersama. "Semakin warga peduli, semakin kecil peluang tawuran terjadi," kata Herbin. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Benda Tajam #Magelang #piagam penghargaan #polresta #Demangan #tawuran pelajar #Al Fatah #muntilan