Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sayur Masih Didatangkan dari Luar Daerah, Kebumen Dorong MBG Gunakan Produk Lokal

Muhammad Hafied • Rabu, 19 November 2025 | 03:02 WIB

 

Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dan Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerja Bupati Kebumen, Senin (17/11). Pertemuan ini fokus membahas optimalisasi keterserapan bahan baku lok
Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dan Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerja Bupati Kebumen, Senin (17/11). Pertemuan ini fokus membahas optimalisasi keterserapan bahan baku lok
 

KEBUMEN – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Teguh Yuliono menyebut masih ada kendala dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya terkait bahan baku lokal sejauh ini belum terserap secara optimal di dapur MBG.

"Dari lokal memang belum bisa banyak, karena belum ada kepastian apakah akan diserap dapur MBG," ucap Teguh saat pertemuan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (17/11).

Teguh mengungkapkan, selama program MBG bergulir pasokan kebutuhan sayur mayoritas masih berasal dari kabupaten lain. Terkait hasil pertanian lokal yang telah dimanfaatkan adalah buah seperti pisang, kelengkeng, melon dan pepaya. "Misal sudah ditanam tapi tidak diserap, kan kasihan petaninya," tambahnya.

Dalam pelaksanaan program MBG ini penting bagi pemerintah daerah bersama petani mengetahui informasi terkait daftar menu yang akan disajikan. Dengan begitu petani jauh hari akan menyiapkan bahan sesuai permintaan atau kebutuhan dapur MBG. "Misal sayur atau buah untuk minggu depan apa saja. Nah, itu bisa disiapkan di awal," ujarnya.

Dalam pertemuan antara pemerintah daerah dan BGN tersebut fokus pada pembahasan strategi optimalisasi penyerapan bahan baku lokal. Pemerintah daerah berharap ada informasi daftar menu dapur MBG selama sebulan penuh. Hal ini bertujuan agar hasil pertanian lokal dapat terserap optimal.

Pada pertemuan ini BGN juga menyampaikan penunjukan langsung salah satu dapur MBG di Kebumen sebagai objek percontohan. Dapur MBG tersebut berada di Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian. Selain Kebumen, BGN juga menunjuk dapur lain di wilayah Jambi sebagai percontohan pengelolaan dapur MBG.

Kepala Dinkes PPKB Iwan Danardono mengatakan, sejauh ini di Kebumen terdapat 117 dapur MBG. Terdiri dari 92 dapur sudah beroperasi dan sisanya sedang persiapan operasi. Dia memastikan dari total dapur MBG yang beroperasi seluruhnya telah mengantongi dokumen Standar Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS).

"Ke depan tetap ada monitoring atau evaluasi berkala, misal kualitas airnya bagaimana, seperti itu," terangnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Mbg #sayur #Distapang Kebumen #buah #produk lokal