KEBUMEN - Seorang pria lanjut usia (lansia), Dul Samid, 80, meregang nyawa setelah tertabrak Kereta Api (KA) Argo Semeru di perlintasan tanpa palang pintu, Sabtu (15/11). Dalam insiden ini tubuh korban sempat terpental sejauh 20 meter dan meninggal di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini terjadi di perlintasan pada Km 426+6/7 jalur Ijo-Gombong sekira pukul 11.20. Korban diketahui merupakan petani asal Dukuh Combong, Desa Jogomulyo, Kecamatan Buayan. "Kerasnya benturan membuat korban meninggal di lokasi kejadian," jelas Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman.
Dijelaskan, kecelakaan maut terjadi ketika korban menyeberang dari utara ke selatan. Tepatnya di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Desa Jatiroto. Pada waktu yang sama, melintas di jalur 1 KA Argo Semeru jurusan Gambir-Surabaya Gubeng.
Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan. Dari kejadian itu benturan keras membuat korban terpental jauh ke sisi selatan rel. Petugas yang datang kemudian segera mengevakuasi korban ke RS PKU Muhammadiyah Gombong.
Berdasar hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat. "Penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian," jelasnya.
Kompol Faris Budiman mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika di perlintasan kereta. Masyarakat diminta untuk memastikan jalur dala kondisi aman mengingat perlintasan kereta tanpa palang pintu memiliki risiko tinggi. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo