MAGELANG — Pemkot Magelang akhirnya bisa bernapas lega. Itu karena pemkot telah memperoleh kepastian atas status gedung kantor wali kota yang selama puluhan tahun menempati lahan milik Akademi TNI.
Keduanya telah mencapai kesepakatan skema saling hibah aset antarinstansi.
Sebagai wujud syukur atas berakhirnya polemik kantor wali kota, pemkot mengadakan tasyakuran dengan mengundang forkopimda dan perwakilan Akademi TNI.
Tasyakuran itu diakhiri dengan penurunan logo Akademi TNI yang selama ini dipasang di gedung utama kantor wali kota.
Wali kota beserta jajarannya dan seluruh tamu undangan kompak menyaksikan penurunan logo tersebut.
Gerimis pun mengiringi penurunan logo, seolah turut menjadi saksi berakhirnya tarik ulur dan polemik yang ada.
Begitu logo sudah diturunkan, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono melakukan sujud syukur.
Selain itu, sejumlah papan penanda aset di kompleks kantor wali kota juga dicabut.
Dengan prosesi ini, kantor wali kota yang saat ini ditempati resmi menjadi aset pemkot.
Damar menyebut, penyelesaian status gedung yang berlokasi di Jalan Sarwo Edhie Wibowo itu sebagai momen bersejarah bagi kota kecil tersebut.
Dia mengaku lega, bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai warga yang menyaksikan proses panjang dan berliku selama lebih dari dua dekade.
"Saya bersyukur bisa menuntaskan ini dalam waktu hampir sembilan bulan sejak dipercaya menjadi wali kota," kata Damar usai tasyakuran, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, keberhasilan penyelesaian sengketa aset itu tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.
Mulai dari Akademi TNI, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pertahanan (Kemhan), hingga jajaran Pemkot Magelang.
Dia menegaskan, proses ini bukan pencapaian pribadinya semata, melainkan hasil komunikasi dan niat baik lintas lembaga.
Selain itu, pencapaian ini merupakan bentuk pengabdian terbaik yang ingin dipersembahkan di awal masa kepemimpinan.
"Tugas pemimpin adalah menyelesaikan hal yang belum tuntas, bukan mewariskannya kepada generasi berikutnya," ujar Damar.
Gedung yang kini ditempati sebagai kantor wali kota sudah digunakan sejak 1987.
Namun status kepemilikan lahan tidak kunjung tuntas.
Pencatatan aset baru tercatat pada 2001, namun penyelesaiannya mandek hampir 24 tahun.
Damar menyebut, percepatan dalam sembilan bulan terakhir terjadi berkat rangkaian komunikasi intensif antara Pemkot Magelang dengan Akademi TNI serta Mabes TNI.
"Sangat dinamis. Ada pembicaraan-pembicaraan dua arah, dari hati ke hati. Alhamdulillah prosesnya dipermudah," lontarnya.
Dia juga mengonfirmasi, rencana pemindahan kantor wali kota ke eks eks Balai Diklat Kepemimpinan (Badiklat) Kemenkeu, urung dilaksanakan.
Saat itu, gedung tersebut telah dihibahkan oleh Kemenkeu kepada pemkot untuk digunakan sebagai pusat pemerintahan baru.
Namun, setelah serangkaian koordinasi lintas lembaga, pemkot mengajukan perubahan skema hibah kepada agar tetap dapat menempati lokasi eksisting.
Faktor biaya disebut menjadi salah satu pertimbangan keputusan untuk tetap menempati gedung yang ada saat ini.
Sebagai bagian dari kesepakatan hibah, pemkot berkomitmen menyiapkan lahan pengganti seluas 8,5 hektare untuk Akademi TNI.
Aset yang akan dihibahkan pemkot kepada Akademi TNI di antaranya gedung Wiworo Wiji Pinilih, gedung DPRD, dan sebagian lahan di sekitar kompleks tersebut
Sementara untuk gedung eks badiklat, pemanfaatannya masih dalam tahap perencanaan.
Beberapa opsi muncul, termasuk relokasi sejumlah OPD seperti dinas sosial atau dinas perumahan dan kawasan permukiman.
Namun, Damar menegaskan, keputusan final belum diambil.
"Masih dalam pembahasan. Segera akan kami putuskan agar ruang baru bisa difungsikan," bebernya.
Dalam momen penurunan logo Akademi TNI, Damar sempat melakukan sujud syukur.
Dia menyebut, tindakan itu sebagai ungkapan terima kasih atas kemudahan penyelesaian masalah aset yang telah berlangsung sangat lama.
"Saya bersyukur, ini pencapaian dalam sejarah Kota Magelang. Kantor ini akhirnya menjadi milik masyarakat, baik secara de facto maupun de jure," katanya.
Komandan Resimen Candra Akademi TNI, Kolonel Inf Raymond Sitanggang menegaskan, penyerahan aset merupakan wujud dukungan TNI terhadap pemerintah daerah dan masyarakat.
"Penyerahan aset ini adalah wujud cinta kami kepada masyarakat," ucapnya.
Dia menyebut, gedung Wiworo Wiji Pinilih yang diserahkan ke Akademi TNI akan terintegrasi dengan kompleks Resimen Candra untuk pengelolaan yang lebih profesional. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin