Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selalu Deg-degan saat Turun Hujan, Warga Panjatan Pertanyakan Kualitas Tanggul yang Kerap Jebol

Muhammad Hafied • Rabu, 12 November 2025 | 03:02 WIB
Warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar membersihkan sisa material yang terbawa arus akibat tanggul Sungai Karangayar jebol pada pada Minggu (9/11) malam.
Warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar membersihkan sisa material yang terbawa arus akibat tanggul Sungai Karangayar jebol pada pada Minggu (9/11) malam.

 

 

 

KEBUMEN - Warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karangayar selalu diselimuti kecemasan setiap kali musim hujan tiba. Mereka harus was-was karena tanggul sungai yang berada di dekat permukiman warga rawan jebol.

Bagi warga, jebolnya tanggul Sungai Karangayar pada Minggu (9/11) malam membawa kepedihan tersendiri. Mereka begitu sabar menghadapi bencana yang terus terjadi secara berulang. Warga pun perihatin melihat rumah dan barang berharga mereka harus terendam banjir akibat tanggul sungai jebol.

"Pas hujan hati itu deg-degan. Pikiran ke mana-mana. Sekarang setahun dua kali tanggul jebol," ungkap salah satu warga Slamet Riyadi, kepada Radar Jogja, Selasa (11/10).

Menurut Slamet, jebolnya tanggul Sungai Karanganyar kemarin menambah trauma tersendiri bagi warga. Apalagi peristiwa ini tak berselang lama pasca perbaikan tanggul yang kini jebol. Dia mengatakan, kejadian tanggul jebol otomatis akan berdampak terhadap aktivitas harian warga.

Perputaran ekonomi jadi tersendat, kegiatan belajar di sekolah terganggu hingga merugikan petani. "Bayangkan, air itu setinggi pinggang. Yang harusnya kerja, sekarang cuma bersih-bersih," ungkapnya.

Slamet menerangkan, tanggul Sungai Karanganyar terus mengalami penurunan sruktur dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini diperparah tebalnya sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran arus sungai.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah agar kejadian tanggul jebol tidak terulang. "Tanggul yang kemarin konstruksinya tidak kuat. Harusnya endapan itu juga dikeruk biar aliran lancar," ujarnya.

Warga lain Agus Sulaiman menambahkan, setiap musim hujan selalu menjadi acaman bagi warga Desa Panjatan. Selain potensi tanggul jebol, warga juga cemas karena debit air kerap meluap ke permukiman ketika curah hujan tinggi. "Kalau daerah utara awan hitam, sini sudah persiapan. Tanggul di sini sangat rawan karena pas tikungan," ucapnya.

Sementara itu, Lurah Panjatan Sisyanto menyampaikan, Sungai Karanganyar per hari ini memang sudah perlu dilakukan normalisasi. Mengingat seringnya kejadian tanggul jebol yang merugikan banyak warga.

Saat ini pihak kelurahan telah melayangka surat permohonan kepada instansi terkait untuk penanganan tanggul. Dia berharap penanganan tanggul ke depan bukan bersifat darurat atau sementara, melainkan permanen. "Usulan sudah kami sampaikan. Terinformasi tanggul dibuat permanen tahun depan," jelasnya.

Sebelumnya, curah hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (9/11) sore memicu bencana di beberapa titik di wilayah Kebumen. Terparah, bencana terjadi di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar akibat tanggul sungai jebol. Peristiwa ini mengakibatkan rumah yang dihuni 187 kepala keluarga terendam air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat ada 579 jiwa terdampak atas jebolnya tanggul sungai tersebut. Selain merendam permukiman, luapan air sungai ini juga sempat mengganggu akses lalu lintas dari arah Jogja ke Purwoketo maupun sebaliknya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #tanggul jebol #BPBD #Panjatan #kualitas #sungai #karanganyar