Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh, Kebumen Dikepung Bencana, Ribuan Warga Terdampak Akibat Tanggul Sungai Jebol hingga  Longsor di Beberapa Titik

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 11 November 2025 | 02:39 WIB

 

 

PORAK PORANDA: Anak kecil bermain di sekitar tanggul Sungai Karanganyar yang jebol, Minggu (9/11). Tumpukan karung berisi pasir yang dijadikan tanggul berserakan setelah tak mampu menahan arus sungai.
PORAK PORANDA: Anak kecil bermain di sekitar tanggul Sungai Karanganyar yang jebol, Minggu (9/11). Tumpukan karung berisi pasir yang dijadikan tanggul berserakan setelah tak mampu menahan arus sungai.

KEBUMEN - Curah hujan dengan intensitas tinggi Minggu (9/11) sore memicu bencana di beberapa titik di wilayah Kebumen. Terparah, bencana terjadi di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar akibat tanggul sungai jebol. Peristiwa ini mengakibatkan rumah yang dihuni 187 kepala keluarga terendam air.

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat ada 579 jiwa terdampak atas jebolnya tanggul sungai itu.

Selain merendam permukiman, luapan air sungai juga sempat mengganggu akses lalu lintas dari arah Jogja ke Purwoketo maupun sebaliknya.

"Mungkin paling parah rumah saya, jaraknya paling 50 meter dari tanggul," kata warga terdampak Agus Sulaiman, kepada Radar Jogja, Senin (10/11).

Dia mengungkapkan, jebolnya tanggul terjadi sekitar  pukul 20.00. Warga saat itu sudah memprediksi tanggul akan jebol karena kondisinya sudah kritis.

Diawali rembesan air sungai yang keluar dari celah tanggul yang terbuat dari karung berisi pasir. Tak berselang lama, tanggul jebol hingga merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai satu meter.

 Di lokasi, tumpukan karung yang dijadikan tanggul terlihat berserakan. Karung berwarna putih ini tercecer karena tak mampu menahan derasnya arus sungai. Kondisi tembok dan lantai rumah warga terlihat kotor akibat endapan lumpur.

 Warga tampak sibuk membersihkan material yang terbawa arus sungai semalam. Rumah dan lingkungan mereka dibersihkan secara bergotong-royong.

Selain rumah, bangunan kantor kelurahan, sekolah, musala hingga masjid juga ikut terdampak. "Anak-anak libur sekolah. Ikut bersihin rumah,"  jelas Agus.

Warga lain Basuki, 48, meminta ada penanganan serius dari pemerintah mengingat tanggul itu baru satu tahun dibangun. Menurutnya, kejadian tanggul jebol akan kembali terulang jika konstruksi bangunan tanggul tidak dibuat secara permanen.

Dia mungungkapkan, titik tanggul jebol memang cukup rawan karena berada di tikungan alur sungai. Belum lagi diperparah kondisi sedimentasi sungai yang kian hari terus menumpuk.

"Sampai kapan pun, kalau masih pakai karung pasti jebol. Saya minta tanggul lebih kokoh lagi," ucapnya.

Selain tanggul jebol, BPBD merekap bencana banjir juga terjadi di Desa Karangkemiri, Desa Candi, dan Kelurahan Plarangan, Kecamatan Plaragan. Total warga terdampak dari musibah ini mencapai 1.712 jiwa. Lalu ada lima titik kejadian longsor yang tersebar di berbagai kecamatan. (fid/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#tanggul sungai jebol #Bencana #tanggul jebol #BPBD