Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PMI Kota Magelang Gelar Kompetisi Komunitas Sadar Bencana, Wujudkan Masyarakat Siap Tanggap Darurat

Naila Nihayah • Jumat, 7 November 2025 | 12:05 WIB

 

Wakil wali Kota Magelang saat membuka kegiatan Disaster Awareness Community Competition (DACC) ke-3 tahun 2025, Kamis (6/11).
Wakil wali Kota Magelang saat membuka kegiatan Disaster Awareness Community Competition (DACC) ke-3 tahun 2025, Kamis (6/11).

 

MAGELANG — Upaya membangun masyarakat yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat terus digencarkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang. Melalui Disaster Awareness Community Competition (DACC) ke-3 tahun 2025, PMI menghadirkan ajang edukatif dan kompetitif bertajuk 'Kota Magelang Siap dan Tanggap Bencana' di kompleks Sanden Sport Center (SSC), Kamis (6/11).

 

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini diikuti perwakilan masyarakat dari seluruh kelurahan di Kota Magelang. Setiap tim terdiri atas lima peserta yang bersaing dalam dua cabang lomba, yaitu pertolongan pertama (PP) dan mitigasi bencana.

 Baca Juga: Waspada! Kota Jogja Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Akhir November 

Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bentuk nyata pembinaan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar. DACC mendorong masyarakat untuk memahami risiko bencana, mengetahui langkah mitigasi, serta mampu merespons dengan cepat ketika keadaan darurat terjadi.

 

Lewat ajang ini, PMI ingin mengukur sejauh mana kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus menanamkan empat pilar kesadaran bencana. "Yaitu memahami risiko, mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons," ujarnya.

 

Suryantoro menambahkan, para peserta yang mengikuti kegiatan ini sebagian besar merupakan kader yang sudah mendapatkan pelatihan dasar kebencanaan. Ke depan, mereka diharapkan dapat bergabung dalam komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan bersinergi dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di tingkat kelurahan.

 Baca Juga: Kantongi Bukti Dugaan Tersangka Lain Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Kajari Sleman: Pasti Ada, Tunggu Waktunya!

Dengan kegiatan seperti ini, harapannya dapat terbentuk ekosistem tangguh bencana di Kota Magelang. "Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi penonton saat bencana datang, tetapi menjadi bagian dari solusi," tuturnya.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso mengapresiasi inisiatif PMI dalam menggerakkan partisipasi masyarakat melalui kompetisi berbasis edukasi tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi kota kecil seperti Magelang.

 

Meski kota kecil, kata dia, Magelang memiliki potensi bencana cukup beragam. Mulai dari cuaca ekstrem, kebakaran, hingga tanah longsor di wilayah lereng. Sehingga kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan.

 Baca Juga: Hampir Rampung, JPO Perwakilan di Kulon Progo Bakal Jadi JPO Girder Terpanjang di DIY

Sri Harso menilai, kegiatan DACC bukan hanya wadah untuk mengasah kemampuan teknis. Tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan seperti gotong royong, empati, dan solidaritas sosial antarwarga.

 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata masyarakat yang peduli dan sigap menghadapi keadaan darurat. "Kompetisi ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial," katanya.

 

Dia berharap, DACC menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas pihak, baik pemerintah daerah, PMI, relawan, maupun masyarakat. Terutama dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana di masa mendatang. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#sanden #PMI #tanggap bencana #Cuaca Ekstrem #Sri Harso #wakil wali kota #Kota Magelang