MUNGKID - Seorang perempuan berinisial S, 37 asal Parakan, Kabupaten Temanggung, ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk penyimpanan rongsokan di wilayah Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (5/11/2025).
Korban diketahui sempat mengeluh sakit kepala sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Penemuan itu pertama kali diketahui oleh Sunardi, warga setempat sekaligus pemilik gubuk. Dia menceritakan, korban datang ke tempatnya sehari sebelumnya, Selasa (4/11/2025), dan sempat meminta izin untuk beristirahat.
"Dia datang pagi, bilang kepalanya pusing. Saya suruh masuk ke dalam gubuk biar bisa istirahat," ujar Sunardi saat ditemui di lokasi kejadian.
Baca Juga: Longsor di Pakis Magelang Tutup Akses Jalan Kaponan–Ketep, Akibat Hujan Sedang dan Struktur Tanah Labil: Tak Ada Korban Jiwa, Tim Lakukan Penanganan
Pada Rabu pagi, sewaktu hendak membuang sampah, Sunardi memanggil S dari luar. Namun, tidak ada jawaban.
Karena penasaran, Sunardi akhirnya membuka pintu gubuk dan melihat S tidur. Setelah diperiksa, S sudah tidak bernyawa dan melaporkannya kepada kepala dusun setempat.
Menurut Sunardi, korban baru pertama kali datang ke tempatnya dan tidak dikenal warga sekitar.
Gubuk yang menjadi lokasi penemuan mayat merupakan tempat dia menyimpan barang-barang bekas atau rongsokan.
Baca Juga: Meriah!! Festival Kebonkliwon IV di Magelang, Warga Serbu 2.000 Bibit Pohon Ludes Kurang dari Sepuluh Menit
Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, polisi langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Muntilan untuk dilakukan visum luar.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan pada tubuh korban.
"Informasi dari saksi, korban sebelumnya mengeluh sakit kepala dan meminta izin untuk beristirahat di gubuk milik warga," katanya.
Baca Juga: Proses Perceraian yang Mengacu Aspek Kesalahan Berpotensi Menyebabkan Konflik Meluas: Pakar UGM Usulkan Penerapan Sistem Ini...
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Parakan, Temanggung, serta perangkat desa setempat melalui Bhabinkamtibmas.
"Setelah proses visum selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Temanggung," tambahnya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita