KEBUMEN - Pembangunan jembatan di Desa Wetonkulon, Kecamatan Puring telah sepenuhnya selesai. Hadirnya jembatan senilai Rp 14,8 miliar itu kini mengembalikan akses warga yang sebelumnya tersendat.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, Jembatan Wetonkulon cukup dinantikan masyarakat karena menjadi akses vital penghubung antara Kecamatan Puring dan Kecamatan Buayan.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat berdampak terhadap akselerasi pembagunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian.
"Saya senang, lewat anggaran pemerintah pusat jembatan ini dapat kembali berdiri kokoh," jelasnya, saat peresmian Jembatan Wetonkulon, Selasa (4/11).
Lilis bersyukur pembangunan proyek Jembatan Wetonkulon dapat selesai tepat waktu. Bahkan berhasil rampung 55 hari lebih cepat dari target ditetukan. Ia meminta masyarakat ikut menjaga jembatan tersebut agar dapat difungsikan dengan jangka waktu lama.
Ia menyatakan, jembatan yang telah dibagun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan memiliki makna sebagai penghubung rezeki masyarakat. Petani lebih mudah mengangkut hasil panen, pedagang bisa nyaman berdagang dan anak-anak bisa mudah sekolah.
"Kami berpesan dapat dijaga, biar jembatan terus kokoh," ungkapnya.
Lilis mengungkapkan, selain Jembatan Wetonkulon pemkab kini sedang mengupayakan pembagunan tiga jembatan lain dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat. Jembatan tersebut masing-masing kondisnya sudah cukup memperihatinkan akibat bencana alam.
"Kami terus menyiapkan langkah lanjutan, seperti rekonstruksi infrastruktur. Didalamnya ada usulan tiga jembatan, Cacaban sama Sirnobiyo," ungkapnya.
Warga setempat Mohammad Amin mengaku senang dengan hadirnya jembatan baru. Menurutnya, keberadaan jembatan baru membawa kemudahan tersendiri.
Dia mengungkapkan, sebelum jembatan dibuka warga Kecamatan Puring harus menempuh jarak lebih jauh untuk menuju Kecamatan Buayan.
Pria 47 tahun itu bercerita, Jembatan Wetonkulon sempat putus pada April tahun 2022 akibat diterjang banjir. Pasca kejadian warga cukup kerepotan karena jembatan sebagai akses vital selama ini tidak berfungsi.
"Sebelum dibagun, warga sini harus muter dulu 15 menit. Lewat jembatan Pantai Suwuk. Jaraknya mungkin bisa tujuh kilometer," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo