KEBUMEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi intensitas curah hujan tinggi yang berpotensi mengakibatkan bencana banjir di berbagai wilayah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, OMC menjadi cara mengendalikan curah hujan yang belakangan cukup ekstrem. Disebutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan beberapa hari terakhir bisa mencapai 150 milimeter per hari.
Level hujan ini berisiko menimbulkan banjir, terutama di daerah dataran rendah. "Segala macam cara kami lakukan, termasuk modifikasi cuaca untuk antisipasi banjir di berbagai daerah," kata Suharyanto, saat peresmian Jembatan Wetonkulon, Selasa (4/11).
OMC, kata Suharyanto, upaya preventif pemerintah dalam mengelola risiko bencana sejak dini dalam menghadapi peralihan musim. Meski demikian, operasi ini tidak bisa dilakukan secara terus menerus.
Ditegaskan program OMC hanya sementara karena bersifat untuk membantu pengendalian bencana di wilayah tertentu. "Sudah 15 hari kami berjibaku. Semua kami kerahkan," ucapnya.
Menurutnya, OMC difokuskan di wilayah Semarang dan sekitar karena geografis di sana sebagian lebih rendah dari permukaan laut. Kondisi ini membuat air hujan sulit mengalir ke laut meski mengandalkan pompa pengendali banjir. "Kalau tidak modifikasi cuaca membuat sebagian wilayah, termasuk Kebumen berpotensi banjir," jelasnya.
Suharyanto menyebut, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia seluruhnya memiliki potensi risiko bencana. Dari jumlah tersebut rata-rata kejadian bencana harian 15-20 bencana per hari.
Oleh karena itu, dia mengajak agar pemerintah bersama seluruh komponen meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. "Kebumen ini masuk indeks bencana tinggi. Di sini kami resmikan jembatan, tapi daerah lain menghadapi bencana," tegasnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, wilayah Kabupaten Kebumen memiliki sembilan potensi ancaman bencana. Ia menyebut, hingga akhir Oktober 2025 telah terjadi 111 kejadian bencana di Kebumen dengan nilai total kerugian mencapai Rp 5 miliar.
Pemkab, kata Lilis, telah menyiapkan langkah untuk menghadapi ancaman bencana. Salah satunya optimalisasi kesiapsiagaan, kesiapan logistik hingga rekonstruksi infrasruktur. "Masyarakat harus semakin tangguh bencana," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo