KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah menyalurkan bantuan senilai Rp 22,3 miliar kepada masyarakat. Anggaran tersebut dialokasikan untuk bantuan hibah dan bantuan keuangan khusus (BKK) bagi desa.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menjelaskan, program bantuan hibah dan BKK menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berpesan agar bantuan dapat digunakan sesuai aturan, termasuk bantuan berupa barang diminta untuk dijaga dengan baik.
"Jadikan bantuan ini sebagai pemantik semangat. Kami harap muncul gerakan bersama membangun desa mandiri," katanya saat penyerahan bantuan di Pendopo Kabumian, Senin, (3/11).
Lilis menekankan pentingnya pengelolaan dana hibah dan BKK dilakukan secara terbuka dan jujur. Menurutnya bantuan yang diberikan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan serta tumbuh nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kebumen.
"Jadikan alat itu penambah semangat kerja, bukan hanya pajangan di gudang," tegasnya.
Lilis turut mengapresiasi peran aktif seluruh pihak dalam konteks pembangunan desa. Ia sadar setiap desa memiliki kondisi dan tantangan berbeda. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan agar pemanfaatan dana hibah dan BKK berjalan tepat sasaran.
"Bantuan ini amanah, bukan hadiah. Harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegasnya.
Penyaluran dana hibah dan BKK dialokasikan untuk 48 penerima terdiri dari kelompok dan organisasi serta desa. Bantuan senilai Rp 22,3 miliar tersebut tersebar di beberapa dinas, meliputi Dinas PMD, Disdikpora, Dinas PUPR, Disprbud, Disperindag KUKM, Disperkimhub, Distapang dan DLHKP.
Salah satu penerima manfaat Saimun, 53, merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Dia mengaku senang karena dalam waktu dekat akan menerima bantuan relokasi rumah akibat bencana senilai Rp 30 juta.
"Terima kasih atas bantuannya, ini sangat membantu bagi kami," kata warga Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo