Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paus Sperma Terdampar di Perairan Tanggulangin, Kebumen Mati, Sempat Ditolong Warga, tapi Kembali Lagi saat Malam Hari

Muhammad Hafied • Selasa, 4 November 2025 | 04:15 WIB

 

EVAKUASI: Petugas DLHKP Kebumen mengidentifikasi bangkai paus yang terdampar di perairan Desa Tanggulangin, Klirong Senin (3/11).
EVAKUASI: Petugas DLHKP Kebumen mengidentifikasi bangkai paus yang terdampar di perairan Desa Tanggulangin, Klirong Senin (3/11).

KEBUMEN - Warga Desa Tanggulangin, Klirong, Kebumen dikagetkan dengan kemunculan seekor paus sperma kerdil di perairan air dangkal pada Minggu (2/11) petang. Mamalia laut dilindungi tersebut terlihat terombang-ambing sebelum akhirnya mati terdampar di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) desa setempat.

Tim Penanganan Mamalia Laut pada Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen Abdul Haris menyampaikan, penemuan paus terdampar sempat menjadi perhatian warga. Awalnya, warga melihat paus tersebut masih dalam kondisi hidup. Kemudian warga berinisiatif mengarahkan paus ke laut lepas.

Namun setelah beberapa saat, upaya tersebut gagal. Paus kembali terdampar dalam kondis mati. "Pertama ke darat posisi sudah lemas. Sempat ditolong warga. Tapi paus balik lagi malam hari, sudah mati," ucap Haris kepada Radar Jogja Senin (3/11).

Tim DLHKP, kata Haris, langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan perihal adanya paus terdampar. Di lokasi tim bersama relawan telah melakukan identifikasi terhadap kondisi paus. Saat ini bangkai paus tersebut telah dikubur guna menghindari penjarahan oleh warga. "Langsung dikubur. Kami tidak ingin jadi bahan buruan," katanya.

Haris menjelaskan, paus yang terdampar masuk kategori mamalia laut yang dilindungi. Paus tersebut memiliki panjang 2,8 meter dan lingkar badan 1,2 meter. Berdasar pemeriksaan fisik, paus dengan nama latin Kogia Breviceps ini tidak ditemukan goresan pada kulit serta luka berukuran besar. Kondisi paus juga tidak dalam posisi terlilit jaring nelayan.

"Mati terdampar. Ada luka bagian bawah, tapi bukan karena manusia," kata Haris.

Relawan Jejaring Mamalia Terdampar Kebumen Anggit Sukmanto mengapresiasi kepedulian warga dan nelayan Desa Tanggulangin atas temuan paus terdampar. Dia mengaku salut dengan warga karena tidak gegabah melakukan penjarahan terhadap bangkai paus yang notabene dilindungi. Sebab selain menimbulkan persoalan hukum, penjarahan paus berpotensi membawa risiko kesehatan ketika daging dikonsumsi. "Semoga bisa menjadi contoh bagi komunitas nelayan lain jika terjadi kasus serupa," bebernya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#paus sperma #kebumen #Klirong #desa tanggulangin #mamalia laut #paus