Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkat Kerja-Kerja Kolaboratif, Banjir Kota Semarang Berangsur Surut

Bahana. • Sabtu, 1 November 2025 | 17:01 WIB

Photo
Photo

SEMARANG — Banjir yang melanda daerah Kaligawe Kota Semarang sudah mulai berangsurangsur surut. Hal itu tak lepas dari kerja-kerja kolaboratif dan komperehensif oleh banyak pihak.

"Banjir di Kaligawe Semarang hari ini sudah turun 15 cm. Jadi kita doakan nanti semuanya berkurang, Kaligawe sudah mulai surut,” Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat ditemui di kantornya pada Jumat, 31 Oktober 2025 malam.

Dikatakan Luthfi, upaya penanganan banjir di Kaligawe Kota Semarang telah dilakukan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga elemen masyarakat.

Sebab, penanganan banjir di daerah tersebut membutuhkan upaya komprehensif oleh banyak pihak. Ia mencontohkan, genangan air di Kaligawe yang dialirkan ke Kolam Rentensi Temboyo perlu dibuang ke laut. Untuk membuangnya butuh operasional pompa yang banyak.

Maka dari itu, rapat koordinasi lintas sektoral dan langkah nyata sudah dilakukan beberapa hari lalu. Salah satu solusinya adalah penambahan kurang lebih 38 pompa untuk mengatasi banjir di Kaligawe.

"Ini adalah kerja kolaboratif yang harus kita lakukan bersama. Tanpa itu kita tidak bisa," katanya.

Satgas pompanisasi penanganan banjir di Kota Semarang juga dibentuk. Tugasnya adalah memantau pompa-pompa yang tersebar di sejumlah titik.

"Jadi pompa-pompa yang sudah jalan mana, pompa yang perlu diperkuat mana, pompa yang perlu modifikasi mana, sehingga secara terprogram itu terawasi, tidak dilepaskan apa adanya. Pompa itu kan mesin ya, mesin itu harus dijaga 1x24 jam, tidak bisa kita tinggal," tegasnya.

Di samping semua langkah komprehensif itu, upaya pencegahan banjir juga terus disosialisasikan. Di antaranya masyarakat diberikan pemahaman atau pendidikan terkait situasi iklim dan cuaca, serta kondisi riil wilayah rawan banjir.

Selain itu, pencegahan di kawasan garis pantai juga dilakukan dengan program Mageri Segoro, yaitu dengan menanam mangrove di 17 kabupaten/kota dengan panjang garis pantai sekitar 970 km, kemudian membiasakan masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.

Luthfi optimistis, apabila semua upaya itu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, banjir yang saat ini melanda akan bisa dicegah atau diatasi.(*)

Editor : Bahana.
#banjir semarang #kota semarang #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi #Pemprov Jawa Tengah